Berita Kemenag:Inflasi Alasan Kemenag Menaikkan Biaya Nikah di KUA

Berita Kemenag:Inflasi Alasan Kemenag Menaikkan Biaya Nikah di KUA Metrotvnews.com, Jakarta: Inspektur Jendral (Irjen) Kementerian Agama (Kemenag) M Jasin mengakui biaya nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) naik dari Rp30 ribu menjadi Rp50 ribu. Alasannya, Kemenag mempertimbangkan inflasi dan kondisi ekonomi.

Tadinya, kata Jasin di Jakarta, Senin (10/2), bila biaya nikah Rp30 ribu dikalikan dengan peristiwa nikah setahun, maka Negara mendapat dana sekitar Rp60 miliar. Bila biayanya Rp50 ribu, maka dana yang didapat yaitu Rp1,2 triliun.

Besaran baru biaya nikah itu berdasarkan kesepakatan Kemenag dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun bila pernikahan berlangsung di luar KUA dan jam kerja, maka biayanya sebesar Rp600 ribu.

Keputusan itu akan dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP). Peraturan baru akan menggantikan PP Nomor 47 Tahun 2004 tentang tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sementara bagi orang miskin, biaya nikahnya akan dibebaskan mengikuti standar Badan Pusat Statistik.

"Dengan adanya besaran biaya nikah yang baru, para penghulu atau petugas KUA diperkirakan dapat mengantongi imbalan atau jasa dari pencatatan nikah sekitar Rp7 juta per bulannya," jelasnya.

Ia menyebutkan empat kategori peristiwa nikah yaitu 100 kali per bulan, kurang dari 100 kali setiap bulan, yang kurang dari 50 kali setiap bulannya, kurang dari 50 kali per bulan pada wilayah yang sulit dijangkau.

Sebelumnya, pemerintah mengusulkan biaya nikah di KUA Rp50 ribu dan pembiayaan akad di luar kantor sebesar Rp500 ribu. Bila akad nikah berlangsung di gedung maka biayanya yaitu Rp1 juta.

Saat ini terdapat 5.382 KUA di Indonesia. Jumlah total penghulu se-Indonesia adalah 8.839 orang. Sebanyak 3.547 penghulu murni dan 5.292 orang Kepala KUA.(Vera Erwaty Ismainy) Berita Kemenag:Inflasi Alasan Kemenag Menaikkan Biaya Nikah di KUA

Comments