Kemenag Jateng: Lapas Kelas IIB Cilacap mewisuda 70 Santri

Kemenag Jateng: Lapas Kelas IIB Cilacap mewisuda 70 Santri - Cilacap – Acara wisuda santri pondok pesantren “Daaruttaubah Wattarbiyah” Lapas Kelas II B Kabupaten Cilacap dan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw digelar pada hari Kamis (30/1) di Aula Lapas. Merupakan sebuah prestasi yang sangat menggembirakan khususnya bagi para warga binaan di LAPAS tersebut dan secara umum bagi pemerintah.

Sejak ditandatangani Nota Kerjasama Program antara LAPAS dengan Kementerian Agama Kabupaten Cilacap tentang pendirian Pondok Pesantren Daaruttaubah Wattarbiyah pada tanggal 1 Januari 2013, maka pembinaan pun menjadi sesuatu yang istimewa di lingkungan LAPAS.

Kemenag Jateng: Lapas Kelas IIB Cilacap mewisuda 70 Santri - Kepala Lapas Syarif Hidayat menegaskan bahwa tujuan dari pembinaan warganya melalui pondok peantren adalah untuk meningkatkan kualitas output warga binaan, sehingga setelah selesai masa pembinaan dan kembali ke masyarakat, mereka diharapkan mampu menjadi pribadi-pribadi yang handal, tangguh, cerdas dan berakhlaqul karimah. Tenaga pendidik berasal dari Lingkungan Kementerian Agama berjumlah 7 orang penyuluh ditambah dari LAPAS sendiri. Jumlah santri pada awal pendirian pesantren adalah 80 orang, setelah dididik selama satu tahun terdapat 70 santri dinyatakan lulus dan diwisuda, sedang 10 orang gagal karena belum memenuhi syarat.

Syarif Hidayat menambahkan bahwa jika terjadi peristiwa lepasnya satu orang warga binaan di LAPAS, maka orang seluruh Indonesia akan mengetahui, apalagi sampai terjadi kerusuhan yang menyebabkan bentrokan antar warga hingga menimbulkan kematian. Tetapi jika terdapat sesuatu yang baik semisal pendidikan melalui pondok pesantren di LAPAS, maka masyarakat tidak tahu, karenanya warganya dihimbau untuk bijak dan santun menjadi warga masyarakat setelah kembali ke tengah-tengah masyarakat.Kemenag Jateng: Lapas Kelas IIB Cilacap mewisuda 70 Santri -

Kakankemenag Kab. Cilacap Mughni Labib mengucapkan selamat kepada seluruh santri dan merasa bangga kepada mereka karena telah berhasil mengikuti pendidikan pesantren. Hal ini sangat sesuai dengan Visi Kemenag yakni terwujudnya masyarakat Cilacap yang taat beragama, rukun cerdas mandiri dan sejahtera lahir batin. Dia berharap melalui program tersebut bisa mensukseskan program “Mbangun Desa,” karenanya penandatangan kerjasama untuk satu tahun ke depan pun telah disetujui.

Bupati Cilacap melalui wakilnya, Edi Susanto sangat mengapresiasi serta menyambut baik program tersebut dan berharap untuk terus ditingkatkan. Kerjasama dengan berbagai elemen agar makin digalakkan, diantaranya dengan ditambah dukungan oleh Pemkab melalui jalur pendidikan luar sekolah yakni Kejar Paket. Dia sangat terharu dan bangga melihat kemampuan para santri yang mampu memainkan irama rebana dengan baik sambil menghafal Asmaul Husna. Setelah sambutan, wakil bupati didampingi oleh KaLapas, Kabid Humas Kanwil Kemenkumham dan KaKankemenag Kab. Cilacap berkenan mewisuda seluruh santri dengan memberikan langsung serifikat kepada para santri sambil memberikan motivasi dan arahan.(on) Kemenag Jateng: Lapas Kelas IIB Cilacap mewisuda 70 Santri -

Comments