Kemenag Jateng: Penyuluh harus Lebih Bersemangat dan Jaga Netralitas

Kemenag Jateng: Penyuluh harus Lebih Bersemangat dan Jaga Netralitas - Karanganyar – Pertemuan rutin Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Kabupaten Karanganyar pada bulan Januari tahun 2014 ini bertempat di salah satu kediaman penyuluh, M. Akrom, S.Pd.I, Desa Gemantar, Jumantono, Karanganyar.

Tempatnya berliku, naik turun, serta berada di ujung desa ini tidak menyurutkan semangat penyuluh dan undangan lainnya untuk hadir bersilaturahim pada hari Rabu,15/01/14. Hadir juga pada pertemuan kala itu staf seksi BIMIS dan PAKIS beserta Kasi nya, Drs. Yusuf dan Drs. Nurhadi, SH. MM.
Setelah pertemuan dibuka dan dilanjutkan membaca ayat suci Al-Qur’an, salah seorang penyuluh Agama Islam dari Kecamatan Karanganyar, Zuhaid, Lc, membawakan kultum.

Dalam taujihnya, beliau menyampaikan sebuah hadits Rasulullah tentang empat hal yang tercela apabila dillaksanakan. Empat hal tersebut antara lain: Laki-laki yang berdiri saat buang air kecil, Mengusap dahi sebelum shalat selesai, Tidak menjawab adzan saat dikumandangkan, dan Tidak bersholawat ketika disebut Nabi Muhammad SAW.Kemenag Jateng: Penyuluh harus Lebih Bersemangat dan Jaga Netralitas - 

Selepas kultum selesai, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kasi BIMIS dan Kepala Kankemenag Kab. Karanganyar, H. Mustain Ahmad, SH. MH. Pada sambutannya, Kepala Kankemenag yang biasa disebut Pak Ta’in ini sedikit memotivasi penyuluh bahwa, “berdakwah ga digaji saja mau, apalagi digaji, oleh karenanya harus lebih bersemangat”.

Lebih lanjut beliau mengingatkan kepada penyuluh agar membangun kedekatan dengan masyarakat. Terakhir, pria kelahiran dekat Waduk Mulur Sukoharjo ini berpesan agar berhati-hati di tahun 2014 ini, jaga netralitas, karena tahun ini adalah tahun politik. (Hadi) Kemenag Jateng: Penyuluh harus Lebih Bersemangat dan Jaga Netralitas -

Comments