Kemenag RI: Jamaah Haji Indonesia Di Mata Rakyat Aljazair (Catatan Delegasi)

Kemenag RI: Jamaah Haji Indonesia Di Mata Rakyat Aljazair (Catatan Delegasi)- Dubai (Pinmas) —- Bangsa dan rakyat Aljazair sangat menghormati umat Islam dan bangsa Indonesia. Bahkan, Aljazair merasa berhutang budi kepada bangsa Indonesia, karena dukungan yang tulus dari Indonesia lah rakyat Aljazair akhirnya memperoleh kemerdekaan.

Sekjen Jam’iyyah al-Ulama’ al-Jazairi (Asosiasi Ulama Aljazair – semacam MUI di Indonesia),  Abdul Majid Beirem mengungkapkan bahwa hubungan umat Islam Aljazair dan Indonesia sudah terjadi sejak 1950-an. Pendiri dan Ketua Jam’iyyah ini, Syekh Basyir Ibrahim bersama Syekh Fuhdail al-Kailani dan beberapa ulama-pejuang Aljazair pernah berkunjung ke Indonesia dan ditemui Presiden Soekarno.

Abdul Majid memperlihatkan foto-foto lama yang masih dikoleksi Jam’iyyah ini tentang pertemuan ulama Aljazair dengan Soekarno dan foto Muhammad Natsir (pendiri Masyumi) dengan ulama ‘ Aljazair. Jam’iyyah juga masih menyimpan berita tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia dan berita mengenai pertemuan ulama Aljazair itu yang dimuat di majalah “Al-Bashair”. Bahkan, saking berterima kasihnya masyarakat muslim Aljazair, artikel tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa oleh seorang guru besar Universitas Aljazair. Kemenag RI: Jamaah Haji Indonesia Di Mata Rakyat Aljazair (Catatan Delegasi)-

Kesan mendalam rakyat dan ulama Aljazair terhadap muslim Indonesia juga tersirat pada saat mereka berbicara tentang jamaah haji Indonesia. “Kami mendapat laporan dari jamaah haji Aljazair tentang perilaku dan kesopanan jamaah haji Indonesia. Mereka kagum karena jamaah haji Indonesia sangat santun, ramah, sangat banyak jumlahnya, dan suka membaca Al-Qur’an di manapun, baik di Makkah maupun Madinah,”  tutur Abdul Majid yang sekaligus guru besar Universitas Aljazair.

Penuturan yang sama juga dikemukakan oleh Sekjen Wizarat Syu’un al-Diniyyah wa al-Awqaf (Kementerian Agama Aljazair). “Bagi Aljazair, Indonesia merupakan model pengelolaan bidang keagamaan terutama masalah haji,”  tuturnya. Lebih lanjut Sekjen berharap dapat belajar lebih banyak dari Indonesia mengenai pengelolaan haji, imam, pendidikan agama, dan zakat. Kemenag RI: Jamaah Haji Indonesia Di Mata Rakyat Aljazair (Catatan Delegasi)-

Pengakuan para ulama dan pimpinan kementerian di Aljazair sudah lebih dari cukup mewakili kesan masyarakat Muslim Aljazair terhadap Islam Indonesia. Perilaku jamaah haji kita di Tanah Suci dapat menjadi ajang promosi yang sangat efektif bagi Indonesia di mata internasional.  Kesan terhadap simbol yang kasatmata seperti pakaian seragam, keramahan, kesopanan di jalan dan tempat-tempat ibadah, kebiasaan membaca al-Qur’an, dan lain-lain ternyata lebih kuat dan mendalam ketimbang ‘penampilan’ lainnya.

Mungkin masyarakat Aljazair  tidak tahu dan tidak mengerti bahwa banyak jamaah haji kita yang tidak pandai membaca Al-Qur’an, bacaan shalatnya juga tidak terlalu fasih, atau bahkan kondisi riil bahwa jamaah haji Indonesia berbicara dengan puluhan dialek dan bahasa daerah yang satu sama lain belum tentu mengerti. Yang mereka tahu bahwa jamaah haji kita sangat rapi, manut, tidak banyak membantah, disiplin, dan mau berbagi.

Kemenag RI: Jamaah Haji Indonesia Di Mata Rakyat Aljazair (Catatan Delegasi)-Mereka tidak mempermasalahkan bahwa negara Indonesia bukanlah negara (yang diatur berdasarkan prinsip-prinsip) Islam. Mereka  juga banyak tidak tahu bahwa di Indonesia terdapat enam agama yang diakui oleh Pemerintah, meski mayoritas memeluk Islam. Yang mereka tahu bahwa pemerintah Indonesia sangat peduli terhadap kebutuhan ibadah umat Islam.

Saat diberitahu bahwa jumlah jamaah haji Indonesia setiap tahun sekitar 200.000 orang, mereka kaget tak terkira. Saat mereka mendengar lantunan bacaan al-Qur’an dari jamaah Indonesia bagus dan fasih, mereka takjub, bahkan beberapa minta diajari. Jangan salah ternyata banyak jamaah haji negara lain yang berbahasa Arab pun tidak bisa membaca al-Qur’an dengan baik.

Sekjen Jam’iyyah al-Ulama’ Aljazair, Abdul Majid mengakui kenyataan ini. “Meskipun kami berbicara dalam bahasa Arab, tetapi banyak umat Islam Aljazair yang tidak bisa membaca Al-Qur’an. Sebaliknya, umat Islam Indonesia tidak berbicara Arab tetapi bisa membaca al-Qur’an”, akunya.

Kemenag RI: Jamaah Haji Indonesia Di Mata Rakyat Aljazair (Catatan Delegasi)- Karena itu, menurut Majid,  pendirian Jam’iyyah (Organisasi Masyarakat) antara lain untuk meningkatkan dan mendidik masyarakat Aljazair agar lebih patuh terhadap agamanya, bisa membaca al-Qur’an, memperkuat iman, membetulkan praktik agama yang menyimpang, dan membentuk jatidiri masyarakat muslim, serta mempertahankan nasionalisme. “Dengan slogan ‘Islam agama kita, bahasa Arab bahasa kita, dan Aljazair tanah air kita’, Jam’iyyah memfokuskan kegiatannya pada bidang-bidang tersebut,” tegas Majid.

Walhasil, kesan masyarakat dunia terhadap jamaah haji dan pengelolaan haji Indonesia sangat positif. Kesan masyarakat Aljazair hanya satu contoh kecil. Kita yang pernah menunaikan haji tahu betul soal ini. Apalagi tahun 2013 kemarin ada komitmen beberapa negara muslim untuk belajar pengelolaan haji ke Indonesia.

Kalau di Indonesia sendiri masih banyak orang yang mengkritik penyelenggaraan haji, itu bisa dimaknai dari banyak perspektif. Mungkin mereka tidak tahu detail soal penyelenggaraan haji dan betapa hiruk pikuknya pengelolaan haji di Indonesia. Atau mereka mendapat informasi yang kurang atau salah tentang penyelenggaraan haji.  Atau kritik itu dengan penuh kesadaran untuk memperbaiki dan merupakan bentuk kontrol masyarakat terhadap penyelenggaraan  haji.  (catatan ini  ditulis selama penerbangan Dubai-Jakarta, 30/01/14).

Delegasi Kementerian Agama  berada di Aljazair dari 24 – 29 Januari. Rombongan  ini terdiri dari Direktur Pendidikan Tinggi Islam  Dede Rosyada, Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri (HKLN) Gunaryo, serta didampingi Kasubdit Kelembagaan Direktorat  Pendidikan Tinggi Islam Mastuki HS dan Kabag Kerjasama HKLN, Agus Sholeh.

Selama di Aljazair, delegasi Kemenag ini juga berkunjung ke beberapa universitas di Algier, Adrar, dan Constantine guna melihat secara dekat bagaimana kondisi universitas di wilayah tersebut. Selain itu juga juga mengunjungi Kementerian Agama dan Awqaf, Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset, dan pesantren Syekh Ad-Dibagi di Propinsi Adrar. Kemenag RI: Jamaah Haji Indonesia Di Mata Rakyat Aljazair (Catatan Delegasi)-

Comments