Kemenag RI: Menag Minta CSR BPS Juga Untuk Program Kemenag

Kemenag RI: Menag Minta CSR BPS Juga Untuk Program Kemenag - Bandung (Pinmas) – Menteri Agama Suryadharma Ali meminta agar dana Community Social Responsibility (CSR) di bank khususnya Bank Penerima Setoran (BPS) diberikan juga untuk mendukung program-program Kemenag yang tidak ter-cover APBN, melalui bantuan pendidikan beasiswa, produk halal, magang di hari libur mahasiswa di bank- bank itu. Demikian juga siswa Madrasah Aliyah untuk dimagangkan. Hal itu disampaikan Menag ketika membuka Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama di Bandung, Jumat (7/2).

Menag menceritakan, bahwa beberapa waktu terakhir telah dikumpulkan direksi Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH. Kepada mereka Menag menyampaikan kecemburuannya. Kecemburuan tersebut berawal dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat  (KUR) yang dahulu (ketika menjabat Menteri Koperasi dan UKM) pernah digulirkan saat itu. Dan setiap penyaluran kredit dari bank ada Community Social Responsibility (CSR) bagi sekolah-sekolah.

“Maka saya komplain, masa madrasah, masjid, Pondok Pesantren tidak dikasih? Atas dasar itu saya panggil BPS, dan saya ceritakan,” tutur Menag.

Kemenag RI: Menag Minta CSR BPS Juga Untuk Program Kemenag - 
Menurutnya, setiap bank syariah harus memiliki komitmen keummatan, apabila tidak ada, lalu apa bedanya dengan bank kapitalis.

Menag juga mengatakan, bencana alam yang terjadi saat ini di beberapa wilayah telah mengakibatkan kerusakan madrasah dan fasilitas ibadah. Menurutnya, kondisi tersebut agar jangan diabaikan, dan agar dilakukan pendataan. Dana CSR bank dikonsentrasikan bagi sejumlah fasilitas madrasah, rumah ibadah  agar baik kembali.

“Inilah optimalisasi dana haji, dan ini yang diharapkan,” ujar Menag.

Terkait dengan penggunaan Dana Abadi Umat (DAU) yang saat ini berjumlah 2,3 triliun, Menag mengatakan bahwa sejak masa Menteri Agama Maftuh Basysuni hingga sekarang DAU itu tidak pernah digunakan. Penggunaan DAU diatur  dalam Undang-Undang, melalui sejumah persayaratan yang belum terpenuhi. Bila sudah terpenuhi maka akan digunakan pada program-program konkrit bukan program abstrak.

“Program yang konkrit akan kelihatan hasilnya, dan akan digunakan menambah pahala jemaah haji, salah satunya dibangunkan mesjid atau mushala,” terang Menag. (dm/dm).Kemenag RI: Menag Minta CSR BPS Juga Untuk Program Kemenag -

Comments