Kemenag Yogyakarta: Dirjen PHU Anggito Abimanyu Launching Dua Buku

Kemenag Yogyakarta: Dirjen PHU Anggito Abimanyu Launching Dua Buku - Yogyakarta (Humas)—Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag RI Dr.H.Anggito Abimanyu,M.Sc meluncurkan dua buku “Tangan Tak Terlihat” dan “Menjemput Cahaya Hidayah” di Asrama Haji Yogyakarta Jalan Ring Road Utara, Sinduadi, Mlati Sleman, Jumat (31/1). Acara ini dihadiri Bupati Sleman Sri Purnomo, Rektor UGM Prof.Dr.Pratikno,M.Sc, Rektor UII Prof.Dr.Edy Suandi Hamid, Kakanwil Kemenag DIY Drs.H.Maskul Haji,MPdI dan segenap jajaran Kemenag DIY, serta seratus limapuluh undangan yang terdiri dari Rektor UGM, UII, UIN, UNY, UMY,  Dekan FEB UGM, Dekan Fak Dakwah UIN, pengurus KBIH se-DIY, Media, Kabid, Ka kankemenag.

“Haji adalah panggilan,” ujar Anggito di awal sambutan. Maksudnya lebih jauh, haji adalah madrasah terbaik untuk mencari Allah. Kenapa judul buku Tangan Tak Terlihat? “Dalam ekonomi ada istilah Invisible Hand yang menyebutkan pasar tidak melulu ditentukan teori-teori ekonomi,” urai Anggito. “Begitu juga dengan haji, ada banyak sekali kejadian-kejadian luar biasa yang terjadi di Mekah,” katanya.

Kemenag Yogyakarta: Dirjen PHU Anggito Abimanyu Launching Dua Buku - Ada pengalaman menarik saat kali pertama Anggito dihubungi Menag Suryadharma Ali untuk mendesain keuangan haji. “Pada waktu saya presentasi di hadapan Menag katanya bagus dan keesokannya langsung ditelepon ditawari sebagai Dirjen PHU,” ujar Anggito. “Dirjen Haji itu berat, Pak,” kenang Anggito saat dirinya berbincang dengan Menag SDA. Padahal dirinya waktu itu tengah mendaftar sebagai Ketua Otoritas Jasa Keuangan. Tapi Menag mampu meyakinkan dirinya untuk menduduki jabatan sebagai orang nomor satu di PHU. “Pak Anggito,” ujarnya menirukan Menag, “jabatan sebagai Dirjen Haji itu lebih hebat daripada Menteri Keuangan.” Akhirnya Anggito pun luluh.

Buku ini, kata Anggito, merupakan hasil perenungannya saat bertugas di Tanah Suci. “Salah satunya saya menulis tokoh-tokoh sejarah di Indonesia yang melakukan perubahan usai pulang haji,” urainya yang mengaku sama sekali tak memiliki persiapan untuk menulis. “Alhamdulillah, karena Tangan tak Terlihat buku saya bisa jadi,” papar Anggito yang mengatakan penulisan buku ini dilakukan tiap malam hari.

Kemenag Yogyakarta: Dirjen PHU Anggito Abimanyu Launching Dua Buku - 

Kata Mereka

Rektor UGM Prof.Dr.Pratikno menganggap Tangan yang tak terlihat sudah terjadi saat Anggito menjadi Dirjen Haji. “Saya kaget betul saat mendapat pesan singkat dari Pak Anggito yang mengatakan dia akan diangkat menjadi Dirjen Haji,” ujar Rektor Pratikno. Tapi akhirnya, dirinya mengakui bahwa pilihan Menag SDA terhadap Anggito tidak salah.

Sementara Rektor UII Edi Suandi Hamid menilai buku ini tak dapat dilepaskan dari bayang-bayang Anggito sebagai pakar ekonomi. “Pemilihan judul ini saja masih tercium bau ekonomi,” kata Edi Suandi. “Namun di atas itu semua,” aku Edi Suandi, “jabatan sebagai Dirjen PHU telah membuat sosok Anggito memiliki kepribadian semakin kokoh, tawadhu, bijak, sederhana dan religius,” imbuh Edi seraya menyebut perkawanannya dengan Anggito telah berjalan tiga dekade.

Sebelumnya, Kakanwil Maskul Haji berharap semoga buku ini dapat memberikan nilai barokah terhadap pelayanan jamaah haji. “Bahkan buku ini sangat layak difilmkan,” ujar Kakanwil. “Apalagi sejak Pak Anggito menjadi Dirjen PHU kami terus mendapat bantuan dana untuk membenahi asrama haji,” kata Kakanwil sembari berharap agar asrama haji Yogyakarta tidak hanya menjadi asrama transit tapi juga asrama haji antara. (bap). Kemenag Yogyakarta: Dirjen PHU Anggito Abimanyu Launching Dua Buku -

Comments