Bimas Islam Kemenag: Banyak Fenomena Baru Faham Keagamaan yang Harus Jadi Perhatian Serius

Bimas Islam Kemenag: Banyak Fenomena Baru Faham Keagamaan yang Harus Jadi Perhatian Serius
Jakarta, bimasislam—Dalam pengarahan di hadapan seluruh karyawan Direktorat Urais dan Pembinaan Syariah, Dr. H. Muchtar Ali, M. Hum menyampaikan agar Kegiatan Pembinaan Syariah harus diseimbangkan dengan kegiatan Hisab Rukyat. “Banyak fenomena yang baru tentang faham keagamaan yang harus menjadi perhatian yang serius. Saya juga menekankan bagaimana agar penetapan 1 Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah dapat disepakati oleh seluruh umat Islam Indonesia, sehingga tidaklagi terjadi perbedaan. Lakukan pendekatan secara kultural maupun ilmiah.Saya apresiasi kepada subdit Pembinaan Syariah bahwa tahun 2013 banyak mencetak buku-buku yang berkualitas”, katanya.

Sedangkan kepada Jajaran Subdit Kemasjidan, Mukhtar meyampaikan, “Alhamdulillah Dana Bantuan Sosial yang dikelola dari tahun ke tahun semakin bagus, dan tahun 2013 jauh lebih baik lagi. Ingat tahun ini adalah tahun politik, dana bansos menjadi hal yang rawan, jangan sampai disalahgunakan. Kita bekerja harus berpegang teguh pada aturan. Buatlah perencanaan secara matang”, imbunya.

Lebih lanjut Muchtar menegaskan, terkait dengan Subdit Produk Halal, agar segera pergunakan waktu sebaik mungkin, sebentar lagi DPR memasuki masa reses, segera koordinasikan tentang RUU jaminan Produk Halal yang pembahasannya sejak tahun 2009, masyarakat kita menunggu. Berdayakanlah laboratorium halal yang telah dibangun oleh pendahulu kita dengan susah payah“, imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut,Muchtar juga menyampaikan bahwa beberapa halyang harus dipahami, dicermati dan diamalkankepada seluruh karyawan. “Semua pekerjaan harus mengacu kepada Indikator Kinerja Utama (IKU), dan bekerjademi 2 (dua) kepentingan, yaitu kepentingan umat dan kepentingan nasional, tandasnya. (jml/foto:plasa)   Bimas Islam Kemenag: Banyak Fenomena Baru Faham Keagamaan yang Harus Jadi Perhatian Serius

Comments