Haji Kemenag: Belum Ada Rumusan Istita'ah Kesehatan dalam Ibadah Haji

Haji Kemenag: Belum Ada Rumusan Istita'ah Kesehatan dalam Ibadah Haji
Jemaah haji memasuki terowongan Mina.
Jemaah haji memasuki terowongan Mina. (sumber: istimewa)

Jakarta - Menjalankan ibadah haji memiliki risiko kesehatan yang cukup tinggi. Hal ini mengingat, jumlah jamaah haji yang sangat besar dari berbagai negara, berada dalam satu tempat. Kondisi fisik yang prima sagat dibutuhkan untuk menjalankan ibadah Haji.

Kesehatan pun jadi merupakan satu dari tiga syarat istita'ah (kemampuan) dalam beribadah. Di samping kemampuan materi dan ilmu agama. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Prof. Ali Ghufron Mukti, pada seminar Istita'ah Kesehatan Haji, di Jakarta, Jumat (14/3) pagi ini.

Hadir pada acara ini Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar, Ketua Komisi VIII DPR, Ketua Majelis Ulama Indonesia, dan Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia. Menurut Wamenkes, sampai saat ini belum ada rumusan jelas yang menjadi kesepakatan semua pihak terkait istita'ah kesehatan. Seseorang tidak bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji jika tidak dalam kondisi sehat.

"Dalam aspek kesehatan, rumusan istita'ah kesehatan adalah seseorang mengikuti perjalanan ibadah haji dapat mandiri, tidak membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain," kata Wamenkes.

Haji Kemenag: Belum Ada Rumusan Istita'ah Kesehatan dalam Ibadah HajiAdapun penetapan memenuhi syarat kesehatan atau tidak,berdasar hasil pemeriksaan kesehatan dan peraturan kesehatan internasional dan ketentuan keselamatan penerbangan.

Ia menambahkan, perjalanan ibadah haji merupakan kondisi matra, Yaitu suatu kondisi lingkungan yang berubah makna, yang mempengaruhi tingkat kesehatan. Dampak perjalanan ibadah haji, banyaknya jamaah usia lanjut
dengan risiko kesehatan lain, ancaman penularan penyakit di Arab Saudi dan ketersediaan pelayanan kesehatan masih menjadi masalah kesehatan jamaah haji Indonesia. Semua ini sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan ibadah haji.

Dalam aspek kesehatan, jamaah haji dinyatakan tidak memenuhi syarat apabila status kesehatan termasuk kategori tunda, yaitu mengidap salah satu atau lebih penyakit menular tertentu pada saat embarkasi, dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.

Oleh karenanya, menjelang penyelenggaraan operasional haji 2014, Kementerian Kesehatan mengajak semua pemangku kepentingan untuk bekerjasama dalam menyelenggarakan program pelayanan jamaah haji yang semakin banyak tantangannya.

"Daftar tunggu yang semakin panjang dan berkembangnya berbagai penyakit menular harus menjadi perhatian khusus para pemangku kepentingan," katanya.

Wamenkes juga mengatakan, perjalanan ibadah haji merupakan aktifitas fisik yang menuntut kondisi fisik prima. Karena itu, pemerintah wajib menyiapkan kesehatan jamaah, baik jiwa maupun raga. Perlu pemeriksaan kesehatan jamaah sedini mungkin. Di samping juga perawatan, pemeliharaan, dan pembinaan kesehatan merupakan rangkaian persiapan kesehatan jamaah haji.

"Pemerintah juga telah berupaya untuk melindungi jamaah haji dari kemungkinan terkena penyakit menular sebagai dampak perjalanan ibadah haji dengan melakukan vaksinasi," katanya.

Haji Kemenag: Belum Ada Rumusan Istita'ah Kesehatan dalam Ibadah Haji Suara Pembaruan

Penulis: D-13/MUT

Sumber:Suara Pembaruan

Comments