Haji Kemenag: Pro dan Kontra Sertifikat Manasik Haji (1 dan 2)

Haji Kemenag: Pro dan Kontra Sertifikat Manasik Haji (1 dan 2)
Kamis, 13 Maret 2014, 15:55 WIB
Komentar : 0
Republika/Yasin Habibi
Calon jamaah haji melakukan konsultasi haji kepada petugas haji di ruangan konsultasi manasik haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Calon jamaah haji melakukan konsultasi haji kepada petugas haji di ruangan konsultasi manasik haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
A+ | Reset | A-   

Haji Kemenag: Pro dan Kontra Sertifikat Manasik Haji (1 dan 2)REPUBLIKA.CO.ID, Kementerian Agama telah mengumumkan pemberangkatan haji tahun ini dimulai pada 10 September. Dijadwalkan, para calon jamaah haji itu akan diberangkatkan dari 12 embarkasi.

Namun, di balik rencana tersebut, pemerintah seharusnya jangan sampai melupakan program manasik haji. “Boleh dibilang jamaah haji kita sekarang ini masih banyak yang belum lulus manasiknya,” ucap Ketua Umum Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kurdi Mustofa.

Kurdi menilai, pemerintah sudah selayaknya menambah persyaratan bagi calon jamaah yang ingin pergi haji. Syarat tambahan itu adalah aspek ilmu dan pengetahuan agama. Ia mengatakan, ukuran pengetahuan agama seorang calon jamaah haji itu dapat dilihat dari proses manasik haji yang dilakukan.

Dalam proses manasik haji ini, Kurdi menyarankan perlu kiranya dipikirkan adanya pengujian membaca Alquran beserta pengetahuan agama lainnya. “Bagi yang dinyatakan lulus, baru diberikan sertifikat manasik. Sertifikat ini nantinya berguna saat pendaftaran calon jamaah haji.”
Haji Kemenag: Pro dan Kontra Sertifikat Manasik Haji (1 dan 2)
Kurdi melihat selama ini sebagian jamaah yang pergi menunaikan ibadah haji lebih banyak mengejar status sosial. “Tetapi, pemahaman yang mendalam sebagai orang yang berhaji itu belum dilakukan secara maksimal. Di sinilah perlunya program manasik yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Direktur Pembinaan Haji Kementerian Agama Ahmad Kartono menilai memang masih perlu ada perbaikan dalam pelaksanaan program manasik haji. Ia mengatakan program bimbingan manasik pada tahun ini akan dimulai pada akhir bulan ini.

“Mengapa kita mulai juga pada bulan ini karena kita juga sudah mengumumkan lebih awal tentang pelunasan biaya haji. Waktunya memang menjadi lebih maju sekitar dua-tiga bulan dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Kartono.

Berdasarkan jadwal, Kartono menjelaskan, program bimbingan manasik akan dilakukan sebanyak tujuh kali di tingkat kecamatan dan tiga kali di tingkat kabupaten. “Untuk bimbingan di tingkat kabupaten/kota, akan dilakukan secara massal dan akan dimulai pada bulan ini,” ujarnya.
Haji Kemenag: Pro dan Kontra Sertifikat Manasik Haji (1 dan 2)

Kamis, 13 Maret 2014, 16:16 WIB
Komentar : 0
Republika/Yasin Habibi
Calon jamaah haji melakukan konsultasi haji kepada petugas haji di ruangan konsultasi manasik haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Calon jamaah haji melakukan konsultasi haji kepada petugas haji di ruangan konsultasi manasik haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
A+ | Reset | A-   

Haji Kemenag: Pro dan Kontra Sertifikat Manasik Haji (1 dan 2) REPUBLIKA.CO.ID, Dalam tiga kali pertemuan di tingkat kabupaten, Kartono mengatakan, para calon jamaah akan diberikan pengetahuan yang sifatnya umum.

Pada pertemuan pertama, ia menyebut akan disampaikan pengetahuan mengenai kebijakan perhajian, baik yang ada di dalam negeri maupun di Arab Saudi.

Pada pertemuan kedua, lanjutnya, akan disampaikan mengenai praktik massal manasik haji. Sedangkan, pada pertemuan ketiga, di tingkat kabupaten akan dibentuk ketua regu rombongan dan jadwal pemberangkatan kloter jamaah.

“Sementara, untuk di tingkat kecamatan, akan disampaikan proses perjalanan ibadah haji, materi manasik secara detail, masalah kesehatan, dan hak-hak jamaah. Kita berharap hal ini akan membuat jamaah menjadi lebih paham dan mengerti saat mereka beribadah di Tanah Suci,” urainya.

Kartono mengakui persoalan apakah seorang jamaah itu perlu dinyatakan lulus dari program manasik belum menjadi jadwal pada periode sekarang. “Tapi, itu bisa menjadi masukan,” katanya.
Haji Kemenag: Pro dan Kontra Sertifikat Manasik Haji (1 dan 2)
Sementara, pembimbing haji dari Ramada Sari Travel, Muhammad Wahyu, mengatakan program manasik menjadi hal yang sangat penting diberikan kepada setiap calon jamaah haji. Berbagai cara biasanya disiapkan oleh para pengelola travel haji.

“Kalau di kami (Ramada Sari Travel), kami melakukannya secara intensif, yakni melakukan mabit selama tiga hari dua malam di Puncak,” katanya.

Selama periode tersebut, Wahyu memberikan informasi kepada para calon jamaah, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga sampai kembali ke Tanah Air. Sedangkan, dalam hal materi keagamaan, ia juga memberikan pengetahuan mengenai syarat, sunah, wajib, hingga rukun haji. “Semuanya disampaikan secara bertahap.”

Saat ditanya apakah perlu program manasik ini mengharuskan para calon jamaah memiliki kemampuan membaca Alquran dan pengetahuan agama? Wahyu mengatakan, untuk jamaah haji plus biasanya hal tersebut kurang menarik dilakukan.

“Soalnya mereka merasa sudah membayar dan fokus mereka kan adalah ingin berhaji. Untuk hal semacam itu, mungkin lebih masuk ke dalam program pascahaji. Yakni, bagaimana dibangun penyadaran membawa Alquran dan shalat menjadi lebih baik,” tuturnya.

Haji Kemenag: Pro dan Kontra Sertifikat Manasik Haji (1 dan 2)

TAGS #haji dan umrah #sertifikat haji
HOT SEARCH #timnas u-19 #gunung slamet #limbah organik
Reporter : Mohammad Akbar   
Redaktur : Chairul Akhmad   
Berita Terkait:
Tegaskan Kembali Makna Mampu Berhaji (2-habis)
Tegaskan Kembali Makna Mampu Berhaji (1)
Jamaah Lansia Perlu Pendamping (3-habis)
Jamaah Lansia Perlu Pendamping (2)
Jamaah Lansia Perlu Pendamping (1)

Comments