Haji Kemenag: Wamenkes: Calhaj Harus Jujur Memberikan Informasi Kesehatannya

Haji Kemenag: Wamenkes: Calhaj Harus Jujur Memberikan Informasi Kesehatannya

Jakarta (Pinmas) – Peran serta calon jemaah haji memberikan informasi yang jujur terkait kesehatannya akan menjadi dasar pemetaan yang tepat untuk persiapan kesehatan menjelang keberangkatan. Demikian dinyatakan Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti pada seminar Istita’ah Kesehatan Haji, di Jakarta, Jumat (14/3). Hadir pada acara tersebut Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar yang juga menjadi narasumber, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Cepi Supriatna dan Direktur Pelayanan Haji Luar Neger Sri Ilham Lubis.

“Calon jemaah haji harus jujur memberikan informasi kesehatannya,” terang Ghufron.

Menurut Ghufron, perjalanan ibadah haji merupakan aktivitas fisik yang menuntut kondisi fisik prima. Dengan demikian pemerintah wajib menyiapkan kesehatan jemaah, baik jiwa maupun raga. Untuk itu, pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji dilakukan sedini mungkin. Sampai saat ini belum ada rumusan yang menjadi kesepakatan semuah pihak terkai istita’ah kesehatan. Seseorang tidak bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji jika tidak dalam kondisi sehat.Haji Kemenag: Wamenkes: Calhaj Harus Jujur Memberikan Informasi Kesehatannya

“Dalam aspek kesehatan, rumusan istita’ah kesehatan sudah jelas, yaitu seseorang mengikuti perjalanan ibadah haji dapat mandiri, tidak membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain,” ujar Wamenkes.

Adapun penetapan memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat kesehatan tersebut-lanjut Wamenkes- mempertimbangkan aspek status kesehatan berdasar hasil pemeriksaan kesehatan dan peraturan kesehatan internasional dan ketentuan keselamatan  penerbangan.

Ditambahkan Wamenkes, perjalanan haji merupakan kondisi matra, yaitu suatu kondisi lingkungan yang berubah yang mempengaruhi tingkat kesehatan seseorang atau kelompok. Dampak perjalanan ibadah haji, jemaah usia lanjut dengan resiko kesehatan lain, ancaman penularan penyakit di Arab saudi dan ketersediaan pelayanan kesehatan masih menjadi masalah kesehatan jemaah haji Indonesia, yang tentunya sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan ibadah haji.

“Pemerintah telah berupaya untuk melindungi jemaah haji dari kemungkinan terkena penyalit menular sebagai dampak perjalanan ibadah haji dengan melakukan vaksinasi terhadap jemaah haji,” ungkap Wamenkes.

Wamenkes juga menegaskan bahwa dalam aspek kesehatan, jemaah haji yang dinyatakan tidak memenuhi syarat apabila status kesehatan termasuk kategori Tunda; mengidap salah satu atau lebih penyakit menular tertentu pada saat di embarkasi; dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.

“Daftar tunggu (waiting list) yang semakin panjang dan berkembangnya berbagai penyakit menular harus menjadi perhatian khusus para pemangku kepentingan,” tutur Wamenkes. (dm/dm).Haji Kemenag: Wamenkes: Calhaj Harus Jujur Memberikan Informasi Kesehatannya

Comments