Kemenag RI: Cegah Korupsi, Itjen Kemenag Luncurkan WBS,UPG, UP-LHKPN

Kemenag RI: Cegah Korupsi, Itjen Kemenag Luncurkan WBS,UPG, UP-LHKPN

Jakarta (Pinmas) – Untuk mencegah terjadinya korupsi khususnya dilingkungan Kementerian Agama, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) me-launching Whistle Blower System (WBS). Bersamaan dengan launching WBS, dilaunching juga Unit Pengendali Gratifikasi (UPG), Unit Pengelola LHKPN (UP-LHKPN), Buletin Itjen News, dan Pojok Warung Kejujuran (PWK).

Launching resmi dilakukan Wamenag Nasaruddin Umar di kantor Itjen, Jl. Fatmawati, Jakarta, Selasa (11/3). Hadir dalam acara tersebut Sekjen Bahrul Hayat, Irjen M. Jassin, Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil, Dirjen Pendis Nur Syam, Dirjen Bimas Budha, PGS Dirjen Bimas Kristen Oditha Hutabarat, Direktur Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  Dedie A. Rachim , dan Pejabat Eselon II Pusat.

“Launching ini merupakan hari bersejarah bagi kemenag. Sangat penting bagi pejabat, karyawan Kemenag dan bangsa ini,” ujar Wamenag. Kemenag RI: Cegah Korupsi, Itjen Kemenag Luncurkan WBS,UPG, UP-LHKPN

Menurut Jassin keberadaan program WBS, UPGN UP-LHKPN, adalah upaya pencegahan korupsi. 

“Pencegahan ini tidak mudah, dan pencegahan ini merupakan upaya kita untuk membentegi pejabat dan aparatur Kemenag kita dari  penyimbangan atas jabatannya. Sebelum terjadi gratifikasi sudah ada unit dan sistemmya,” terang Jassin.

“Utimate target kita adalah kejujuran,” lanjut Jassin.

Dalam penjelasannya, Jassin mengatakan bahwa keberadaan WBS, UPGN UP-LHKPN, dan kantin kejujuran ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan  zona integritas yang telah dilakukan kemenag dengan KPK sebelumnya.

Diluncurkannya program pencegahan korupsi melalui WBS, UPG, UP-LHKPN mendapat apresiasi tinggi dari KPK.

“KPK menyambut baik keberadaan WBS, UPG dan UP-LHKPN Kemenag, keberadaannya memberikan semangat bagi KPK,” ujar  Dedie A. Rachim  .

Kemenag RI: Cegah Korupsi, Itjen Kemenag Luncurkan WBS,UPG, UP-LHKPN Dalam upaya Pemberantasan korupsi, lanjut Dedie-KPK  ini sering mengalami  kelelahan. Upaya Itjen Kemenag  merupakan dukungan bagi KPK dalam pemberantasan korupsi. KPK sangat terbantu.

Menurut Dedie, pemberantasan korupsi bukan hanya agenda KPK, dengan target indek persepsi korupsi sebesar 5.0. Ini tentu tidak mudah.

Dengan diluncurkannya WBS, UPG, UP-LHKPN hari ini, paling tidak dari 20 indikator yang tertuang dalam Zona Integritas yang telah ditandatangani Kemenag dan KPK  tersebut sudah hampir 50 persen dilakukan oleh Itjen.

Target KPK selanjutnya adalah kerjasama erat dengan Kemenag, salah satunya dalam bidang pendidikan, melalui kurikulum anti korupsi yang diajarkan di madrasah, PTAN, dan lembaga pendidikan di bawah kemenag. 

“ Dengan  kerjasama KPK- Kemenag, tugas KPK bisa menjadi lebih ringan,” pungkas Dedi. (dm/dm). Kemenag RI: Cegah Korupsi, Itjen Kemenag Luncurkan WBS,UPG, UP-LHKPN

Comments