Kemenag RI: Tawur Agung Digelar Di Pelataran Perambanan

Kemenag RI: Tawur Agung Digelar Di Pelataran Perambanan

Jakarta (Pinmas) – Dirjen Bimas Hindu Ida Bagus Yudha Triguna menegaskan, perhelatan Tawur Agung akan digelar di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, seperti tahun lalu dengan dihadiri Menteri Agama Suryadharma Ali dan sejumlah pejabat Kementerian Agama.Selain itu, Tawur Agung di Prambanan  juga akan diramaikan dengan pawai ogoh-ogoh.

“Pawai ogoh-ogoh Tawur Agung di Prambanan tetap ada. Tetapi untuk Tawur Agung di Monas, ogoh-ogoh tidakAda,” tegas Yudha Triguna di Jakarta, Rabu (12/03).

“Itu yang membedakan pelaksanaan Tawur Agung di Jakarta dengan tahun sebelumnya, karena (alasan) kampanye Pemilu 2014,” tambahnya.

Tri Guna mengatakan bhawa pelaksanaan Tawur Agung di Candi Prambanan sudah diagendakan sejak lama.Sebelumnya Tri Guna bersama Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Nyoman Suwisma, Sekjen Parisada Parwata, bendahara panitia Dharma Santi Nasional Utama dan koordinator panitia Alit Wiratmadja bersilaturahim dengan Menag Suryadharma Ali.

Kedatangan mereka untuk meminta kehadiran Menag pada puncak perayaan Dharma Santi Nasional pada 26 April 2014 dan menghadiri Upacara Tawur Agung di Monas.Puncak Perayaan Dharma Santi, seperti juga tahun lalu yang diselenggarakan di Cilangkap, Jakarta, akan dihadiri pula oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Kemenag RI: Tawur Agung Digelar Di Pelataran Perambanan
Penegerian PT

Tri Guna menambahkan bahwa saat bertemu Menag sempat dibahas upaya menjadikan Universitas Hindu di Bali menjadi Universtias Hindu Negeri. Dari sisi kesiapan, Kementerian Agama kini tengah memprosesnya. Namun semua itu harus dibahas pula dengan seluruh pemangku kepentingan lain, seperti Kementerian PAN dan RB, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan, dan instansi lainnya.

Suryadharma Ali sempat menanyakan apakah dengan penegerian universitas tersebut akan menyaingi Institut Hindu Dharma yang sudah ada di provinsi tersebut. Menag mendapat penjelasan bahwa hal itu tak akan terjadi. Pasalnya, selain bidang studinya berbeda juga punya segmen masing-masing.

Universitas Hindu yang kini berada di bawah sebuah yayasan tersebut, menurut Tri Guna, didirikan sejak 1963 oleh para pemuka agama setempat. Mereka sudah lama menginginkan adanya sebuah universitas Hindu, sehingga ke depan memiliki kesempatan luas berkontribusi untuk negara dan bangsa.

Bagaimana kontribusi itu dapat ditingkatkan. Yaitu, menurut dia, dengan cara mengoptimalkan seluruh kegiatan yang ada di dalam kampus, kualias pendidikan ditingkatkan dan riset dan publikasinya pun harus optimal. Umat Hindu berharap pemerintah memberi stimulan dengan cara menegerikan Universitas Hindu di Bali itu.

Universitas Hindu, lanjut Tri Guna kini memiliki sekitar delapan guru besar, 42 doktor, ratusan dosen bergelar master. Sementara fakultas yang ada meliputi: ekonomi akutansi dan manajemen, biologi, teknik sipil dan planologi, fakultas ayuweda (kedokteran herbal Hindu), Fakultas Pendidikan Agama dan Seni, Fakultas Filsafat Agama, Program Strata 2 dan Strata 3. Akreditasi universitas itu adalah A.

Sejatinya, gagasan penegerian universitas tersebut datang dari Suryadharma Ali tatkala peresmian Fakultas Pendidikan Agama dan Seni beberapa tahun silam. Menag saat itu menyatakan, biasanya universitas swasta yang besar biasanya tidak mau dinegerikan. Sebab, para tenaga pendidik dan pihak yayasan tidak rela asetnya diserahkan kepada pemerintah.

Tapi, kata Suryadharma saat itu, jika yayasan tidak keberatan dan agar institusi pendidikan itu dapat berkembang baik ke depan, maka disilahkan penegeriannya dan dapat dibawa ke Kementerian Agama.Jadi, kata Tri Guna, kini pihak yayasan tersebut sudah sepakat untuk menyerahkan seluruh aset yang dimiliki. “Kita menyambut gembira,” kata Tri Guna. (ess/ant/mkd) Kemenag RI: Tawur Agung Digelar Di Pelataran Perambanan

Comments