Berita Haji dan Umrah: Kemenag Ambil Alih Umrah

Berita Haji dan Umrah: Kemenag Ambil Alih Umrah
Anggito Abimanu (Int)
Berita yang lalu

    · Chili Kena Gempa, 115 Daerah Waspada
    · Eks Cawabup Lebak, Bongkar Sepak Terjang...
    · Jelang Vonis, Emir Moeis Ngeluh Sakit Ja...
    · Kain Ihram dan Mukena Diberikan Gratis
    · Penuntasan Honorer K1 Tunggu Keputusan M...

Berita Terkait Berita Haji dan Umrah: Kemenag Ambil Alih Umrah

JAKARTA,FAJAR -- Kementerian Agama melalui Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) selama ini dominan mengurusi haji. Tetapi mulai saat ini, mereka juga memperkuat mengontrol urusan umrah. Alasannya selama ini, banyak kasus jamaah haji dirugikan oleh penyelenggara umrah.

Hasil evaluasi selama 2014, Kemenag sudah menyemprit sejumlah penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) dengan beragam kasus. Diantaranya enam PPIU terbukti melakukan kerjasama dengan travel yang tidak berijin.

Kemudian ada 5 travel tidak berijin menelantarkan jamaah umrah karena tidak punya tiket pulang ke tanah air. Lalu juga tiga travel tanpa ijin sedang dalam penanganan kepolisian.

"Bagi travel yang sudah pernah melakukan pelanggaran, kami bekukan izin operasionalnya. Kalau yang pertama melakukan pelanggaran, kami beri surat teguran," ujar Dirjen PHU Kemenag Anggito Abimanu kemarin. Dia mengatakan kasus ini tidak bisa dibiarkan terus. Sehingga Kemenag perlu campur tangan lebih dalam pengelolaan ibadah umrah.

Diantara bentuk intervensi Kemenag terhadap penyelenggaraan ibadah umrah adalah peluncuran program tabungan umrah. Program ini menggandeng delapan bank berbasis syariah, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Muamalat Indonesia, dan Bank Mega Syariah. Kemudian ada juga Bank DKI Syariah, serta Bank Permata Syariah dan Bank CIMB-Niaga Syariah.

Berita Haji dan Umrah: Kemenag Ambil Alih Umrah
Anggito mengatakan, upaya pertama yang dilakukan adalah memproteksi calon jamaah haji khusus. Dia menuturkan, saat ini rata-rata nasional waiting list (masa tunggu) haji khusus sudah enam tahun. "Tidak menutup kemungkinan sebentar lagi waiting list-nya sudah sepuluh tahun," kata dia.

Saat ini setiap ada calon jamaah haji yang mendaftar haji khusus, otomatis mendapatkan paket umrah. Anggito mengistilahkannya dengan program manasik haji, tetapi dilaksanakan langsung di Arab Saudi. Biaya haji khusus saat ini dipatok minimal USD 8.000 (Rp 90,4 juta).

Anggito mengatakan rata-rata saat ini setoran awal biaya haji khusus USD 4.000 (Rp 45,2 juta). Nah dari dana itu pihak bank diperbolehkan melakukan optimalisasi. Dana optimalisasi itulah yang akhirnya dikembalikan lagi kepada jamaah dalam bentuk paket umrah. Paket umrah ini bisa berlangsung sekali atau lebih, tergantung kinerja bank dalam mengelola dana jamaah tadi. (jpnn) Berita Haji dan Umrah: Kemenag Ambil Alih Umrah

Comments