Berita Kemenag: Majelis Agama Serukan Umat Gunakan Hak Pilih dengan Cerdas

Berita Kemenag: Majelis Agama Serukan Umat Gunakan Hak Pilih dengan Cerdas

    Artikel
    Komentar

Print
Foto : Ilustrasi
BERITA TERKAIT

    Perbedaan Partai Islam Dulu dan Kini Versi Jusuf Kalla
    Kapolri : Polisi Siap Tindaklanjuti Laporan Terkait Politik Uang
    Gugatan 9 Caleg dan 2 Parpol yang Didiskualifikasi Dikabulkan
    Kampanye di Palembang, SBY Sampaikan 7 Kabar Baik
    Pemilih Diimbau Tidak Memotret Hasil Coblosan

Jakarta, Seruu.Com - Majelis-majelis agama mendorong umat menggunakan hak pilih dan menjadi pemilih yang cerdas saat menyampaikan seruan pemilu damai di Jakarta, Rabu (2/4/2014).

Seruan pemilu damai itu disampaikan oleh Pemimpin Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia (Matakin) Wawan Wiratma, Suhadi Sanjaya dari Walubi, Ketua Pengurus Harian Parisada (PHDI) Pusat Mayjen TNI (Purn) S.N. Suwisma, Sekretaris Eksekutif Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Romo Edy Purwanto, Sekretaris Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom dan Saifullah Maksum dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Berita Kemenag: Majelis Agama Serukan Umat Gunakan Hak Pilih dengan Cerdas
Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang menyaksikan pembacaan seruan pemilu damai itu, mengatakan seruan dari majelis-majelis agama bisa menjadi pertimbangan umat dalam menggunakan hak pilih pada pemilihan umum tahun ini.

Pemilu 2014 memang bukan wilayah agama namun agama-agama harus bersikap netral, tidak memberi ruang kepada kelompok mana pun untuk menggunakan dan menafsirkan simbol-simbol ajaran agama secara parsial dan sewenang-wenang demi kelompok tertentu, kata Nasaruddin di laman resmi Kementerian Agama.

Menurut dia, penggunaan dan penafsiran simbol agama secara sewenang-wenang dapat merusak citra agama dan komunitas keagamaan.

"Cara itu juga dapat mengganggu nama baik partai politik bersangkutan. Lebih dari itu, penggunaan simbol keagamaan dan pemanfaatan fasilitas agama bagi mobilitasi politik dapat merusak tatanan sosial yang sudah dibangun, serta dapat mengganggu semangat persatuan, solidaritas dan kerukunan umat beragama," katanya.

[Ant/rs] Berita Kemenag: Majelis Agama Serukan Umat Gunakan Hak Pilih dengan Cerdas

Wamenag: Dorong Umat Jadi Pemilih Cerdas

Jakarta (Pinmas) – Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan, seruan mejelis agama-agama agar Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 dapat berlangsung jujur, adil (jurdil) dan damai selain dimaksudkan memperkuat kerukunan bangsa yang mejemuk juga mendorong umat agar menjadi pemilih cerdas dan rasional.

“Penyelenggaraan Pemilu 2014 memang bukan wilayah agama namun agama-agama harus bersikap netral. Tidak memberi ruang kepada kelompok mana pun untuk menggunakan dan menafsirkan simbol-simbol ajaran agama secara parsial dan sewenang-wenang demi kelompok tertentu,” kata Nasaruddin usai menyaksikan penandatangan para pimpinan dari majelis agama-agama se-Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (2/4).

Hadir pada saat itu utusan dari pimpinan majelis tinggi agama Konghuchu (Matakin) Wawan Wiratma, dari Walubi diwakili oleh Suhadi Sanjaya, Ketua Pengurus Harian Parisada (PHDI) Pusat Mayjen TNI (Purn) S.N. Suwisma, Sekretaris Eksekutif Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Romo Edy Purwanto, Gomar Gultom Sekretaris Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) diwakili oleh Saifullah Maksum.

Para wakil mejelis-majelis agama tersebut kemudian menandatangani seruan dengan disaksikan Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Sekjen Kemenag Bahrul Hayat dan Kepela PKUB Mubarok. Seruan tersebut dibacakan Suhadi Sanjaya.

Menafsirkan simbol agama secara sewenang-wenang, menurut Nasaruddin, dapat merusak citra agama dan komunitas keagamaan. Cara itu juga dapat mengganggu nama baik partai politik bersangkutan. Lebih dari itu, penggunaan simbol keagamaan dan pemanfaatan fasilitas agama bagi mobilitasi politik dapat merusak tatanan sosial yang sudah dibangun, serta dapat mengganggu semangat persatuan, solidaritas dan kerukunan umat beragama.

Di tengah kuatnya isu politik uang, black campaign, pimpinan majelis agama mendorong umat menjadi pemilih yang cerdas. Karena itu, inisiatif seruan dari majelis agama itu dapat menjadi pertimbangan bagi seluruh umat beragama untuk menggunakan hak pilih sebagai bentuk kepedulian dan rasa tanggung jawab terhadap masa depan bangsa dan negara.

“Inisiatif pimpinan majelis agama agar Pemilu 2014 sukses harus disikapi secara arif sebagai kepedulian segenap lembaga-lembaga agama terhadap masa depan bangsa yang ber-bhinneka Tunggal Ika, multi etnis, dan multikultural,” kata Nasaruddin Umar.

Seruan itu, lanjut Wamenag, harus dibaca sebagai komitmen dan kepedulian yang sungguh-sungguh dari pimpinan majelis agama untuk menghindari kemungkinan munculnya konflik yang dapat merusak kohesi sosial dan suasana kerukunan yang telah terbangun kokoh saat ini.

Wamenag berharap pesta demokrasi dapat berfungsi sebagai jembatan emas bagi semakin kokohnya kerukunan antarumat, semakin tegaknya solidaritas antar-agama, serta semakin kuatnya rasa kesatuan dan persatuan antar segenap komponen bangsa. (ess/ant/dm).

Comments