Berita Kemenag: PNS Kemenag Dilatih jadi Wartawan Handal

Berita Kemenag: PNS Kemenag Dilatih jadi Wartawan Handal

DEPOK - Sejumlah PNS di lingkup Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama dilatih agar bisa menjadi wartawan yang handal.

Kemampuan jurnalistik dianggap penting lantaran selama ini dirasakan sudah cukup banyak yang dilakukan kemenag, namun tidak diketahui publik secara luas luas.

“Ini sebuah kekeliruan dan cukup mendasar di mana kita belum bisa menyampaikan ke publik,”  ujar Sekretaris Ditjen Pendis Kamaruddin Amin saat membuka acara pelatihan, seperti dipublikasikan Bagian Humas Kemenag, Jumat (4/4).

"Apa yang kita lakukan selama ini tidak terpublikasi karena kita belum mempunyai semangat dan kompetensi jurnalistik. Maka, kegiatan ini harus menemukan signifikansinya,” tambahnya.

Berita Kemenag: PNS Kemenag Dilatih jadi Wartawan Handal
Kamaruddin mencontohkan bahwa  Universitas Harvard bisa terpublikasi dan terkenal sebagai kampus nomor satu di dunia tidak lebih juga karena hasil dari publikasi yang baik di websitenya.

Menurut Kamaruddin, perlu ada kesadaran kolektif tentang pentingnya penyampaian informasi  sehingga setiap pegawai mampunyai jiwa jurnalis dan dapat mempublikasikan kinerja Kemenag. (sholla/M30/mkd/sam/jpnn) Berita Kemenag: PNS Kemenag Dilatih jadi Wartawan Handal

Ditjen Pendis Adakan Workshop Jurnalistik Bagi PNS

Depok (Pinmas) —- Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) mengadakan acara Workshop Jurnalistik bagi Pegawai. Tujuannya, melatih para pegawai negeri Kementerian Agama, khususnya di Ditjen Pendis, agar menguasai ilmu jurnalistik guna mendukung penyebaran informasi publik.

Sekretaris Ditjen Pendis Kamaruddin Amin dalam sambutannya mengemukakan, selama ini Kementerian Agama telah melakukan banyak hal, namun  belum banyak diketahui khalayak dengan baik, padahal hal itu terkaitan kepentingan masyarakat.

“Ini sebuah kekeliruan dan cukup mendasar di mana kita belum bisa menyampaikan ke publik,” kata Kamaruddin Amin, Kamis (03/04).

“Padahal, apa yang kita jalankan merupakan bagian dari amanah publik. Apa yang kita lakukan selama ini tidak terpublikasi karena kita belum mempunyai semangat dan kompetensi jurnalistik. Maka, kegiatan ini harus menemukan signifikansinya,” tambahnya.

Kamaruddin mencontohkan bahwa  Universitas Harvard bisa terpublikasi dan terkenal sebagai kampus nomor satu di dunia tidak lebih juga karena hasil dari publikasi (market) yang baik di websitenya. “Contohnya program studi hukum islamnya, sepertinya sangat hebat padahal ruangan tidak terlalu besar. Tapi dengan market yang baik, dikenal di dunia internasional,” tukasnya.

Menurut Kamaruddin, perlu ada kesadaran kolektif tentang pentingnya penyampaian informasi  sehingga setiap pegawai mampunyai jiwa jurnalis dan dapat mempublikasikan kinerja Kemenag. “Melalu publikasi yang memadai, orang tidak lagi asing tentang madrasah, tentang pesantren dalam pendidikan kita ini,” katanya. Karena hal itulah, lanjutnya lagi, kegiatan worskhop jurnalistik ini dilaksanakan.

“Kami berharap para pegawai punya kesadaran kolektif dalam hal menyampaikan ke publik apa yang telah dan akan kita lakukan. Kita sudah punya majalah Pendis sebagai wadah dan istrumen untuk menjadi media aktualisasi dan mendesiminasikan gagasan, program, dan kinerja Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, selain website,” pungkas Kamaruddin.

Selain diikuti para pegawai di lingkunga Ditjen Pendis, kegiatan Workshop Jurnalistik ini juga diikuti delegasi pegawai dari unit eselon I di lingkungan Kemenag, seperti Pinmas, Bimas Islam, Haji, dan unit eselon I lainnya. (sholla/M30/mkd)
 

Comments