Haji Kemenag: Kuota Terbatas, Haji Berulang Tidak baik

Haji Kemenag: Kuota Terbatas, Haji Berulang Tidak baik
Ditulis oleh redaksi pada Rab, 03/26/2014 - 13:53

Jakarta (Sinhat) - Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan, kewajiban beribadah bagi umat Muslim hanya satu kali. Apabila melakukan kembali atau haji berulang, sementara waiting list (daftar tunggu) calon jamaah haji di tanah air sudah semakin banyak, maka sebaiknya mengalihkan kepada amaliah yang lain seperti membantu kemiskinan.

“Haji berulang-ulang tidak baik, kecuali menjadi petugas,” kata Wamenag pada pembukaan Mudzakarah Perhajian Indonesia di Jakarta, Selasa sore (25/3).

Wamenag mengatakan, ibadah haji sebaiknya menimbulkan efek positif baik dalam pikiran maupun perbuatan para hujjaj. “Idealnya para hujjaj menjadi panutan masyarakat karena sudah menjumpai Allah, sudah ke rumah Allah, sudah jadi duyyufur rahman,” ucapnya. Haji Kemenag: Kuota Terbatas, Haji Berulang Tidak baik

Namun seperti yang terjadi saat ini, menurut Wamenag, masih ada jarak antara yang diharapkan para hujjaj. “Setiap kali kita saksikan yang negatif padahal dia sudah pernah berhaji,” kata Nasaruddin prihatin.

Menurutnya, ibadah haji jangan hanya dilihat dari fiqh saja, namun juga dari sisi ruhaniyah, karena haji merupakan perjalanan batin. “Haji sebenarnya ingin mengingatkan kita bila kembali ke kampung halaman yaitu surga,” jelas Guru Besar UIN Jakarta ini.

Saat ditanya apakah yang haji berulang pada saat ini dihukumkan haram atau makruh? Wamenag menjawab masalah itu biar MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang memutuskan.

Menurut anggota Komisi Fatwa MUI Pusat H. Hamdan Rasyid, ibadah haji diwajibkan bagi orang yang mampu, dan haji yang diwajibkan itu hanya sekali seumur hidup. Bahkan Rasulullah saw yang punya kesempatan berkali-kali, hanya melaksanakan ibadah haji satu kali yaitu pada tahun 10 hijriyah, yang dikenal dengan haji wada.

“Jika diwajibkan setiap tahun pasti akan memperberat umat Islam sehingga tidak mungkin mampu melaksanakan,” jelasnya.

Hamdan mengatakan, menunaikan ibadah haji kedua dan seterusnya dalam hukum Islam termasuk sunnah, didasarkan pada sabda Nabi yang menjawab pertanyaan sahabat; Barangsiapa yang menambah maka hukumnya tathawwu (sunnah). Sunnah yaitu perbuatan yang jika dilaksanakan akan memperoleh nilai keutamaan, akan tetapi jika tidak dikerjakan tidak berdosa.

Haji Kemenag: Kuota Terbatas, Haji Berulang Tidak baik Namun dengan melakukan haji berulang di tengah kondisi keterbatasan kuota haji, menurut Hamdan bisa membawa dampak negatif. Antara lain, mengurangi, bahkan menghilangkan kesempatan orang yang berkewajiban menunaikan ibadah haji, karena jatahnya diambil oleh orang yang melaksanakan ibadah haji sunnah atau haji berulang.

“Ibadah sunnah menghambat yang wajib harus dikalahkan. Lebih baik mereka membantu faqir miskin dan sebagainya, dan membantu kemiskinan adalah wajib,” tandas Hamdan Rasyid.

Direktur Pembinaan Haji yang diwakili Kasubdit Bimbingan Jamaah Haji Ali Rokhmad melaporkan Mudzakarah Perhajian Indonesia 2014 diikuti 100 peserta dari MUI, pimpinan FK KBIH, Asbihu dan ormas Islam serta para pejabat haji Kementerian Agama. Kegiatan ini membahas beragam masalah seperti status setoran awal BPIH, pembayaran dam dan permasalahannya bagi umat Islam di Indonesia, juga tentang status hukum haji kedua. (ks/Ar) Haji Kemenag: Kuota Terbatas, Haji Berulang Tidak baik

Comments