Kanwil Kemenag Gorontalo Gelar Rakor Penyelenggaraan Ibadah Haji

Kanwil Kemenag Gorontalo Gelar Rakor Penyelenggaraan Ibadah Haji

GORONTALO (Humas) – Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji  yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan dan sosialisasi pada masyarakat, perbaikan SISKOHAT (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu), dan rekrutmen petugas haji yang memiliki kompetensi secara profesional, serta peningkatan tahap pelayanan dan kegiatan ibadah haji dari tanah air ke tanah suci sampai kembali ke tanah air mendorong Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo mengadakan Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah tingkat Provinsi yang dilaksanakan di Asrama Haji Gorontalo, Selasa (1/4).

Kabid PHU (Penyelenggara Haji dan Umrah) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo Misnawaty Nuna, MH didampingi Ketua Panitia Pelaksana Hj. Madaniyah,MSi  mengatakan kegiatan ini merupakan sarana melakukan kajian untuk menyamakan persepsi terhadap berbagai permasalahan dan solusi pelaksanaan ibadah haji. Selain itu juga bertujuan membahas pola pelaksanaan pelayanan ibadah haji di tingkat KUA Kecamatan dan Kab/Kota serta Provinsi, dan upaya pembahasan pertanggungjawaban  pelaporan kegiatan haji dan umrah. “Kegiatan ini melibatkan para Kepala Seksi dan staf pada bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Kepala Seksi PHU Kemenag Kab/Kota, dan Kepala KUA,” ungkap Misnawaty.

  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo DR.H.Muhajirin Yanis,MPd.I ketika membuka Rapat Koordinasi menyambut baik pelaksanaan Rakor kali ini. Dalam rangka memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan yang sebaik-baiknya bagi jamaah haji sehingga jamaah haji dapat menunaikan ibadah sesuai dengan ketentuan ajaran Agama Islam.Rapat Koordinasi ini kata Muhajirin Yanis, mempunyai nilai yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pelaksanaan ibadah haji. Karena semua yang menyangkut dengan pelayanan pelaksanaan ibadah haji harus dilakukan dengan profesional dan berkelanjutan. “Baik itu petugasnya, sarananya, bahkan sampai pada laporan pertanggungjawabannya,” jelas Kakanwil.
Kanwil Kemenag Gorontalo Gelar Rakor Penyelenggaraan Ibadah Haji
Petugas haji diseleksi dengan beberapa tahapan dan hasilnya diumumkan oleh pusat. Demikian juga laporan pertanggungjawaban khususnya berkaitan dengan keuangan. “Ikuti pedoman pengelolaan yang sudah ada, jangan mengurangi apalagi menambah-nambah,” terang Kakanwil termuda se-Indonesia ini.

Berkaitan dengan pelaksanaan manasik haji, Kakanwil berpesan agar memilih petugas yang memberikan manasik haji  sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Agama RI, agar tidak terjadi kebingungan pada saat pelaksanaan ibadah haji. Karena di lapangan tak jarang ditemukan jamaah yang bingung, disebabkan manasik yang diberikan sesuai pedoman dari Kemenag ternyata berbeda dengan materi pada saat manasik. “Ini menjadi sangat penting, karena disamping membuat jamaah lebih mudah memahami dan melaksanakan, juga berkaitan dengan program Madrasah Bermanasik. Dengan Madrasah Bermanasik diharapkan dalam beberapa tahun kedepan, para lulusan Madrasah bisa mereduksi peran dari petugas manasik yang ada,” pungkas Muhajirin.(rie) Kanwil Kemenag Gorontalo Gelar Rakor Penyelenggaraan Ibadah Haji

Comments