Kemenag Gorontalo: Minat Baca Tulis Al Quran Ditingkatkan

Kemenag Gorontalo: Minat Baca Tulis Al Quran Ditingkatkan

GORONTALO (Humas)—Menyikapi pengaruh modernisasi akibat derasnya arus globalisasi dan informasi dewasa ini, yang bisa memudarkan minat masyarakat terhadap baca tulis Al Qur’an, maka Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, melalui Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, Seksi Pendidikan Diniyah menggelar Orientasi Peningkatan Baca Tulis Al Qur’an dan Terjemahannya Pada Madin dan TPQ, Selasa (25/3) di Hotel Grand Q Kota Gorontalo.

Dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Dr.H.Muhajirin Yanis,M.Pd.I didampingi Kabid. Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, Drs.H. Arfan A. Tilome,M.HI.  Turut dihadiri para Kepala Seksi di bidang Pendaki, seperti Drs.H. Syafrudin Baderung,M.Pd, Dra.Hj. Sarkiyah Hasiru,M.Si, Hj. Satira Beddu, S.Ag dan Irwan Latif, M.Si.

Kasi Pendidikan Diniyah dan Al Qur’an, H. Husain Suma,S.Ag,M.Si menjelaskan, orientasi dimaksudkan untuk menyatukan persepsi tentang pendidikan Al Qur’an di masyarakat. Dengan tujuan untuk meningkatkan minat baca tulis dan memahami isi kandungan Al Qur’an.

Selain itu juga untuk meningkatkan kualitas keilmuan para guru pendidik dan berbagai perspektif dalam metode atau cara, kurikulum dan manajemen Pendidikan Al Qur’an serta nilai-nilai isi kandungannya.
Kemenag Gorontalo: Minat Baca Tulis Al Quran Ditingkatkan
Kabid. Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pendaki), Drs. Arfan A. Tilome,M.HI mengungkapkan, dalam perjalanan sejarah Islam di Indonesia, belum dikenal adanya pendidikan formal menyangkut baca tulis Al Qur’an. Yang ada pada saat itu hanyalah pendidikan yang bersifat non formal, berlangsung di Masjid, Surau dan rumah-ruamh para Kyai. “Inilah yang merupakan pendidikan non formal keagamaan yang selanjutnya menjadi cikal bakal munculnya Taman Pendidikan Al Qur’an,” terang Arfan Tilome.

Lahirnya PP Nomor 55 Tahun 2007 kata Arfan, memberikan kekuatan hukum bagi penyelenggaraan Pendidikan Al Qur’an di masyarakat. Hal ini banyak disikapi oleh Pemerintah Daerah, dengan lahirnya Perda tentang Baca Tulis Al Qur’an bagi masyarakat.

“Sudah tentu ini menjadi langkah maju bagi perkembangan pendidikan Al Qur’an di masyarakat,” lanjut Arfan.Karena umumnya masyarakat secara sukarela hanya mengelola pendidikan Al Qur’an sesuai dengan kemampuan manajemen masing-masing.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Dr.H.Muhajirin Yanis,M.Pd.I saat membuka kegiatan ini mengaku, sangat menyambut baik pelaksanaan orientasi ini.

Pasalnya, kegiatan ini bisa menjadi bekal bagi para pengajar atau pendidik Taman Pengajian Al Qur’an untuk mengembangkan pola dan metode pembelajaran yang lebih baik bagi masyarakat.

Apalagi saat ini kata Kakanwil sudah banyak metode pembelajaran Al Qur’an yang sifatnya modern, yang bisa memudahkan masyarakat dalam pembelajaran baca tulis Al Qur’an. Seperti Metode Iqro yang sudah sangat memasyarakat,  Metode Albarqy, Metode Kamaly dan Metode Tamyiz.

Sehingga dengan metode ini diharapkan minat masyarakat terhadap baca tulis Al Qur’an lebih meningkat dan bisa melahirkan masyarakat yang Qur’ani. “Dibanding zaman kita dulu, belajarnya masih cara tradisional, tapi juga bisa pintar. Tentu dengan metode yang lebih modern sekarang, harusnya lebih pintar lagi,” ujar Kakanwil.

Dengan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap baca tulis Al Qur’an, maka bisa menjadi perisai terhadap dampak negatif modernisasi. (ukhy) Kemenag Gorontalo: Minat Baca Tulis Al Quran Ditingkatkan

Comments