Kemenag RI: IAIN Walisongo Matangkan Transformasi ke UIN

Kemenag RI: IAIN Walisongo Matangkan Transformasi ke UIN

Semarang (Pinmas) —- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang terus memantapkan persiapannya menuju perubahan status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Rektor IAIN Walisongo Prof Muhibbin Noor optimistis dengan perubahan menjadi UIN, kualitas pengembangan pendidikan di Walisongo akan semakin baik.

“Persiapan sarana dan prasarana telah kita lakukan. Kita berharap program ini didukung semua pihak agar segera terwujud,” ujar Muhibbin saat membuka Kongres I Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Walisongo di Auditorium II Kampus Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (30/3).

Muhibbin mengungkapkan, di antara fakultas baru yang menjadi pendukung terbentuknya UIN adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Meski tergolong anyar, peminat fakultas ini cukup tinggi. Pihaknya kini juga sedang membangun beberapa gedung dan laboratorium  yang disyaratkan untuk menjadi universitas.

“Untuk lahan setidaknya Walisongo sudah menyiapkan sekitar 32 hektare,” jelasnya.

Seperti diketahui, wacana perubahan IAIN Walisongo menjadi UIN bergulir sejak 2003. Meski sudah lebih dari satu dasawarsa, keinginan transformasi itu belum juga terwujud. Peningkatan status kampus-kampus agama Islam negeri selama ini menjadi perhatian khusus dari Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali.

Menag dalam berbagai kesempatan menyatakan, perubahan IAIN menjadi UIN dilandasi pemenuhan kebutuhan perkembangan zaman, yakni munculnya integrasi antara ilmu umum dan Islam. Dengan begitu, Menag yakin upaya mewujudkan sumber daya manusia (SDA) Indonesia yang berkualitas akan tercapai. Kemenag RI: IAIN Walisongo Matangkan Transformasi ke UIN

Beberapa kampus IAIN di Indonesia yang sudah berubah menjadi UIN antara lain Syarif Hidayatullah Jakarta, Gunung Djati Bandung, Maulana Malik Ibrahim Malang dan yang terbaru Sunan Ampel Surabaya.

Dengan bantuan Islamic Development Bank (IDB) senilai USD 28,5.000, IAIN Walisongo akan membangun sebuah observatorium seperti halnya planetarium laboratorium yang berbasis Islamic Astronomic. Targetnya, observatorium ini mulai dibangun 2014.  IAIN Walisongo bertekad menjadi perguruan tinggi dengan basis Islamic Astronomic.

Dengan terbentuknya wadah perkumpulan alumni yang baru yakni IKA Walisongo, Muhibbin berharap, bisa memberikan kontribusi positif bagi pengembangan UIN nantinya.

Ketua IKA Walisongo terpilih Lukman Hakim mengatakan, IKA akan berpartisipasi aktif membantu kampus demi menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas. Dia berharap, program-program yang dijalankan selama periode kepengurusan empat tahun nanti lebih sinergi dengan rencana dari rektor.

“Maksimal enam bulan mendatang kami akan menggelar rakernas untuk merumuskan programnya, tentu melibatkan pengelola IAIN juga,” ujar alumnus Fakultas  Dakwah angkatan 1989 ini. (g-penk/mkd/mkd) Kemenag RI: IAIN Walisongo Matangkan Transformasi ke UIN

Comments