Kemenag RI: Menag: Hindari Jadi Islam Yang Pemarah

Kemenag RI: Menag: Hindari Jadi Islam Yang Pemarah

Yogyakarta (Pinmas) – Menteri Agama Suryadharma Ali mingimbau agar umat Muslim dapat terus menerus mengkampanyekan secara konsisten ajaran Islam rahmatan lil alamin, Islam ahlussunah wal jamaah, modern, ramah dan tidak menjadi Islam yang pemarah.

“Kepada para guru madrasah dan siswa madrasah diharapkan juga menjadi teladan dan model yang baik di masyarakat dalam hal pemahaman, pemikiran dan akhlaq,” kata Menag ketika memberi sambuan pada acara deklarasi Madrasah Tahfidz Al-Quran di Gedung Amongraga Yogyakarta, Minggu (30/03).

Kemenag RI: Menag: Hindari Jadi Islam Yang Pemarah Kepada tokoh agama dan ulama, Menag berharap agar gerakan masyarakat mengaji yang sudah digulirkan dapat disukseskan ke depan.  Sebab, Al Quran tidak hanya perlu dibaca dan dihafal, tetapi lebih dari itu dikaji isi dan kandungannya agar dapat dijadikan landasan dan praktek dalam kehidupan masyarakat.

Menag menambahkan pula bahwa salah satu fenomena merosotnya moral dan karakter bangsa adalah karena masyarakat muslim – terutama anak-anak – mulai enggan mengaji dan mengkaji Al-Quran di masjid/mushola/surau. Akibatnya, Al-Quran tidak dibaca lagi, apalagi dikaji ajarannya yang mengusung nilai kedamaian dan antikekerasan. Al-Quran cenderung tidak lagi dijadikan pegangan hidup.

Menurut Menag, momentum deklarasi tahfidz tersebut memiliki makna dalam meneguhkan dan memperkuat komitmen dalam pemberantasan buta huruf Al-Quran di kalangan umat Islam. Pengertian buta huruf Al-Quran dalam konteks kekinian tidak hanya terbatas pada buta baca tulis Al-Quran, melainkan juga dalam pengertian buta isi atau kandungan Al-Quran. (ess/ent/mkd) Kemenag RI: Menag: Hindari Jadi Islam Yang Pemarah

Comments