Kemenag Sulbar: MUHDIN (Merajut kerukunan dengan kearifan lokal)

Kemenag Sulbar: MUHDIN (Merajut kerukunan dengan kearifan lokal)

Gorontalo-(Inmas Sulbar) Ka.kanwil Kemenag Sulbar H.Muhdin mendapat kesempatan kedua membawakan materi pada kegiatan Workshop dengan tema “merajut kerukunan berbasis kearifan lokal di Hotel Maqna Gorontalo, Sabtu 08/03/2014)Bersam pemateri lainnya kakanwil se-Sulawesi dan Ketua FKUB Muhdin memaparkan kearifan-kearifan lokal masyarakat yang mendiami prov ke 33 sulawesi barat.sebagai ummat beragama perlu adanya kerukunan yang terjalin dalam masyarakat.Muhdin mengatan di Sulawesi Barat dikenal adanya Hukum adat, dimasyarakat dikenal adanya adat’ Tuo ktika ada yang melakukan pelanggaran maka dia akan dikenakan denga  sanksi adat, dikenal juga dengan istilah siada dan sitangga’ sehingga sistem kekeluargaan yang dibangun sangat erat dan merekat saling bahumembahu dan tolong menolong antara sesama. suku yang mendiami daerah pegunungan disulawesi barat,sangat menarik dengan hukum adatnya,contoh jika ada perkawinan silang antara kristen dengan islam maka diselasaikan secara adat di kenal dengan namamarandang,kedua mempelai bersama keluarga diundang kumpulkan lalu,salah satu di antaranya di suruh untuk memilih agama apa yang akan di pilih dan dari pihak keluarga harus merelakan anaknya pindah ke agama lain.sehingga jangan heran kalau di mamasa itu dalam satu rumah terdapat tiga agama katanyaMenurutnya bentuk-bentuk toleransi di Sulawesi Barat dapat diklasifikasikan berupa toleransi agama, politik dan toleransi sosial,contohnya Toleransi Politik,manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk politik mempunyai dua sifat yang bertentangan satu sama lain.Satu sisi, manusia ingin kerja sama dan pada sisi lain, manusia cenderung untuk bersaing sesama manusia.(Zul_humas) Kemenag Sulbar: MUHDIN (Merajut kerukunan dengan kearifan lokal)

Comments