Kemenag Sulsel; KUA LALABATA SOPPENG: OPTIMALKAN SUSCATIN UNTUK KELUARGA ASMARA

Kemenag Sulsel; KUA LALABATA SOPPENG: OPTIMALKAN SUSCATIN UNTUK KELUARGA ASMARA
Soppeng, (Humas_Soppeng). Sebagai bagian dari kegiatan rutin LP2A (Lembaga Pendidikan Dan Pengamalan Ajaran Agama), yang merupakan salah satu lembaga semi resmi lingkup Kantor Urusan Agama Kec. Lalabata Kab. Soppeng adalah melaksanakan acara “magrib Mengaji”. Untuk Kec. Lalabata, kegiatan tersebut dilaksanakan setiap malam Kamis tiap pekan, dengan bersafari atau bergilir setiap mesjid se-Kec. Lalabata soppeng.

Magrib mengaji kali ini dilaksanakan di mesjid al-Hadraji, Sewo, Kel. Bila pada hari Rabu, 2 April 2014.@ Setelah shalat berjamaah magrib, dilanjutkan dengan tadarrus bersama dipimpin oleh ust.mustakim, salah seorang penyuluh honorer, pun protokolnya juga penyuluh honorer, ust. Samsudar, peserta MMQ (musabaqah makalah alqur’an) pada MTQ tk. Prov. Sulsel di Pinrang pada bulan Mei nanti. Setelahnya, Kep. KUA Kec. Lalabata, DR. H. A. Muh. Akmal, S.Ag, M.HI, melalui sambutannya menyampaikan sebagian dari hasil raker (rapat kerja) bidang Urais dan Pembinaan Syariah tk. Kanwil Kemenag prov. Sulsel tanggal 22-24 Maret 2014 di Makassar, bahwa Kepala KUA, Penghulu, P3N dan para imam masjid supaya mengoptimalkan pembinaan keagamaan pada masyarakat di bidang kepenghuluan (perkawinan), dengan lebih mendorong catin (calon pengantin) untuk datang ke kantor KUA menerima suscatin (kursus calon pengantin) atau KPN (kursus pra nikah).
Kemenag Sulsel; KUA LALABATA SOPPENG: OPTIMALKAN SUSCATIN UNTUK KELUARGA ASMARA
faktanya, kalau jumlah perkawinan sebanyak 2 juta peristiwa pertahun maka pasangan yng bercerai berkisar 200-an ribu atau sekitar 10%.Hal ini miris, kata pengurus MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) Sulsel ini. Salah satu problem solvingnya, adalah dengan mengoptimalkan suscatin demi terwujudnya keluarga asmara (assakinah mawaddah warahmah). Pak KUA juga mengemukakan data dari Pengadilan Agama Soppeng, bahwa tahun 2013 yang lalu, ada 100 pasangan yang memohon dispensasi nikah ke PA Watansoppeng, karena nikah usia dini, di bawah 16 tahun bagi perempuan dan di bawah 19 thn bagi laki-laki. Dan sampai bulan Maret 2014 ini, sudah ada 40 pemohon dispensasi nikah, dan menurut salah seorang panitera pengganti PA watansoppeng, bahwa sebagian besar yang bermohon dipensasi nikah usia dini adalah mereka yng telah hamil. wal iyaazu billah. inilah tugas utama kita semua, apapun profesi dan di mana pun kita bekerja untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya zina, kata alumni Hukum Islam S3 UIN Alauddin 2013 ini.

Selanjutnya, H. A. Darwis, S.Ag, M.Ag, Kepala KUA Kecamatan Marioriwawo dalam tausiyahnya, mengemukakan tentang fadilah raudhah Rasulullah saw. bahwa apabila masyarakat selalu bolak balik dari rumahnya ke masjid maka juga berhak mendapat raudhahnya Rasulullah dengan dibalas surga dari Allah swt. demikian pula dikemukakan tentang fadilah sedekah dan zakat serta warning atau ancaman bagi orang yang kikir serta tidak mengeluarkan zakatnya, kata peserta sosialisasi SIMBI (Sistem Informasi Manajemen Bimas Islam) dan Silatnas FK-OSI (Forum Koordinasi Operator Simkah Indonesia) di Semarang, lusa ini. Acara kemudian diakhiri dengan silaturahmi bersama pengurus masjid al-Hadraji, para penyuluh agama se-Kec. Lalabata, para pengurus dan majelis ta’lim se-Kec. Lalabata.(Marz). Kemenag Sulsel; KUA LALABATA SOPPENG: OPTIMALKAN SUSCATIN UNTUK KELUARGA ASMARA

Comments