PMy. Suwarno Minta Vihara Harus Dikelola dengan Manajemen Yang Baik

Karimun (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun melalui Penyelenggara Buddha, Jumat (2/3/2018) melaksanakan kegiatan Pembinaan Manajemen Tempat Ibadah Agama Buddha. PMy. Suwarno salah satu narasumber yang dihadirkan oleh panitia pelaksana meminta pengurus Vihara untuk mengurus Vihara dengan manajemen yang baik.

PMy. Suwarno yang menjabat di Dewan Kepanditaan Daerah Magabudhi Kepri mengatakan ada 3 manajemen yang perlu diterapkan oleh pengurus Vihara agar rumah ibadah umat Buddha tersebut dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada umat, yakni Manajemen Sumber Daya, Manajemen Keuangan dan Manajemen Pelayanan Umat.

“Yang pertama adalah Manajemen Sumber Daya. Sumber daya ini ada dua, yakni sumber daya manusia dan sumber daya tempat atau fasilitas.  Dalam manajemen SDM manusia maka Pengurus Vihara haruslah pengurus yang sah, yang diangkat oleh Yayasan dalam bentuk Badan Hukum. Pengurus harus bekerja secara profesional, mau bekerja secara team dan pengurus harus memiliki mindset sebagai Dhammaduta. Selanjutnya Manajemen Sumber Daya Tempat dan Fasilitas, maka pengurus Vihara harus mengurus atau menyelesaikan terkait legalitas Vihara berupa Rekomendasi FKUB, Kemenag, dan IMB. Vihara juga harus menjaga kebersihan Vihara seperti kebersihan altar, lantai, toilet, meja, piring, kursi dan lainnya termasuk juga harus menciptakan suasana yang nyaman dan indah di dalam Vihara.” Pinta Wakil Sekretaris FKUB Kota Batam tahun 2017-2022 ini.

Selanjutnya pria kelahiran Probolinggo, Mei 1976 ini menyampaikan bahwa Vihara juga harus bisa memanej Keuangan dengan profesional diantaranya harus ada laporan yang jelas tentang  Sumber Dana karena dana vihara merupakan dana dari Umat, selanjutnya laporan Pengeluaran Dana.

“Dalam pengelolaan keuangannya oleh pengurus Vihara harus accountable, tepat guna, pelaporan yang jelas, dan rapi dan wajib melakukan Lapor Pajak. Rumit ? iya memang rumit karena saat ini seluruh lembaga baik lembaga swasta seperti perusahaan terbuka termasuk yayasan apalagi lembaga negera dituntut untuk transparan terutama dalam pengelolaan keuangan. Jika belum ada sumber daya manusia yang mengerti dalam pengelolaan keuangan bisa meminta bantuan profesional.” Tambah Pandita Suwarno.

Selanjutnya masih menurut PMy. Suwarno yang penting dalam manajemen Vihara adalah Manajemen Pelayanan dimana dalam melayani umat harus menerapkan 3S yakni salam, senyum, dan sapa. 

“Umat yang beribadah di Vihara itu ibaratnya adalah customer dimana kepuasan umat sebagai target dari layanan Vihara. Selanjutnya adalah branding juga perlu untuk menjaga citra positif dari Vihara. Selain itu perlu juga marketing, marketing ini maksudnya pemanfataan Media Sosial untuk menyampaikan pencapaian atau kegiatan yang sudah dilakukan oleh Vihara. Dan terakhir perlu juga disiapkan program kerja, program ini disusun dalam bentuk program bulanan dan program tahunan dan harus dilakukan evaluasi untuk melihat program mana yang berhasil dan program mana yang gagal, kendala apa saja yang dihadapi dan apa saja perbaikan yang harus dilakukan untuk tahun berikutnya.” Jelas PMy. Suwarno

Dan terakhir PMy. Suwarno menyampaikan bahwa indikator keberhasilan dari Manajemen Vihara yang baik akan terlihat dari meningkatnya dana umat, meningkatnya jumlah umat, konsistensi kunjungan umat, fasilitas Vihara yang makin lengkap, program kerja yang terlaksana 100 % dan kualitas umat menjadi Saddha.

Comments