Sudir, S.Pd.: Lembaga Keagamaan Buddha di Indonesia dan Rumah Ibadah Umat Buddha di Karimun

Karimun (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun melalui Penyelenggara Buddha, Jumat (2/3/2018) melaksanakan kegiatan Pembinaan Manajemen Tempat Ibadah Agama Buddha yang diikuti sebanyak 25 peserta. Sudir, S.Pd. Penyelenggara Buddha yang menjadi salah satu narasumber menyampaikan beberapa Lembaga Keagamaan Buddha yang ada di Indonesia.

“Di Indonesia ada banyak lembaga keagamaan Buddha yang bernaung dalam beberapa organisasi. Ini perlu disampaikan untuk diketahui bersama. Yang pertama lembaga Sangha, ada Sangha Agung Indonesia (SAGIN) yang saat ini Ketua Umumnya adalah Y.M. Khemacaro Mahathera, periode 2017 – 2022.  Ada Sangha Theravada Indonesia (STI) yang saat ini Ketua Umumnya Y.M. Subhapanno, Mahathera, periode 201- 2021. Ada Sangha Mahayana Indonesia (SMI) dengan Ketua Umumnya Y.M. Bhiksu Kusala Sasana.” Terang Sudir.

Selanjutnya adalah Majelis Agama Buddha yang tergabung dalam Konferensi Agung Sangha Indonesia (KASI), ada Konferensi Agung Sangha Indonesia (KASI) dengan Sekretaris Jenderalnya Y.M. Bhadra Ruci. Ada Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (MAGABUDHI)dengan Ketua Umumnya Dharmanadi Chandra. Ada Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia (MAGABUTRI) dengan Ketua Umumnya Rudy Arijanto,S.Kom.,M.Kom. 

“Ada lagi Majelis Agama Buddha tergabung dalam Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) seperti  Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Ketua Umumnya Dra. Siti Hartati Murdaya. Ada Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (MAPANBUMI)  Ketua Umumnya Maha Pandita Citrawira. Ada Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI) Ketua Umumnya Herwindra Aiko Senosoenoto. Ada Majelis Agama Buddha Tantrayana Satya Buddha Indonesia (MADHATANTRI) Ketua Umumnya Lim Wirra Wijaya. Majelis Agama Buddha Tantrayana Zhenfo Zong Kasogatan Indonesia Ketua Umumnya Winarni Harsono. Ada Majelis Rohaniawan Tridharma Seluruh Indonesia(MARTRISIA) Ketua Umumnya Ongko Prawiro. Ada Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (NSI) Ketua Umumnya Maha Pandita Utama Suhadi Sendjaja. Ada Majelis Umat Buddha Theravada Indonesia (MAJUBUTHI) Ketua Umumnya Y.M. Bhikkhu Khanit Sannano. Ada Majelis Mahayana Buddhis Indonesia (MAHABUDHI) Ketua Umumnya Bhiksu Tadisa Paramita Mahasthavira. Ada Majelis Agama Buddha Tantrayana Indonesia(MAJABUDTI). Ada Majelis Umat Buddha Mahayana Indonesia (MAJUBUMI) Ketua Umumnya Bhiksuni Virya Guna Maha Sthavira. Ada Majelis Agama Buddha Mahayana Tanah Suci Indonesia Ketua Umumnya Maha Bhiksu Dutavira Sthavira. Ada Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI) Ketua Umumnya Agus Jaya. Ada Majelis Agama Buddha Tantrayana Sukhavati Indonesia (MASUKHAVATI) Ketua Umumnya Rizal.” Ungkap Sudir.

Dan ada lagi Majelis Agama Buddha yang tidak bergabung dengan KASI maupun WALUBI seperti Majelis Agama Buddha I Kuan Tao (MABIKTI), Majelis Agung Penghayat Tridharma Indonesia (MAPTRI), Majelis Mahayana Indonesia(MAHASI). 

“Organisasi Keagamaan Buddha Lainnya seperti Ikatan Persaudaraan Bhikkhuni Theravada Indonesia Ketua Umumnya Bhikkhuni Santini. Ada Perkumpulan Sangha Dharmaduta Indonesia Ketua Umumnya Takim. Ada Perkumpulan Buddhis Nichiren Shu Indonesia (PBNSHI) dengan Ketua Umumnya Sidin. Ada Pemuda Theravada Indonesia (PATRIA) dengan Ketua Umumnya Tedy Wijaya. Ada Pemuda Tridharma Indonesia dengan Ketua Umumnya Andriana. Ada Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI) dengan Ketua Umumnya Bambang Patijaya. Ada juga Sarjana dan Profesional Buddhis (SIDDHI)  dengan  Ketua Umumnya Irianto Widjaja. Sekretariat Bersama Persaudaraan Muda Mudi Vihara Buddhayana Indonesia (Sekber PMVBI) dengan Ketua Umumnya Ivana Miharja. Ada Wanita Buddhis Indonesia (WBI) dengan Ketua Umumnya Berinah. Ada Wanita Theravada Indonesia (WANDANI) dengan Ketua Umumnya Wenny Lo. Ada Indonesia Xin Ling Fa Men Buddha Institute dengan Ketua Umumnya Kwan Sin Fa. Ada juga Yayasan Tengyelin Buddha Dharma Indonesia Ketua Umumnya Tarra Atmajaya dan terakhir Palpung Thubten Choekhorling dengan Ketua Umumnya Prajna Murdaya.” Papar Sudir dengan panjang lebar.

Berikutnya, Sudir yang pernah menjadi Penyelenggara Buddha di Kemenag Kota Batam ini memaparkan jumlah rumah ibadah yang ada di Kabupaten Karimun. Dimana hingga saat ini yang terdata di Kantor Kementerian Agama KAbupaten Karimun ada 47 Rumah Ibadah umat Buddha.

“Di Kecamatan Moro ada 6, terdiri atas 2 Vihara Vihara Dharma Diepa dan Vihara Vippassana Giri dan 4 Cetiya yakni Cetiya Buang Siu Ang, Cetiya Amitabha, Cetiya Sariputra dan Cetiya Avalokitesva. Di Kecamatan Buru ada 4 Cetiya, yakni Cetiya Dewa Bhumi, Cetiya Bodhisatva, Cetiya Genta Maitreya dan Cetiya Putri Dewi Trio. Di Kecamatan Kundur ada 2 Vihara dan 2 Cetiya, yakni Vihara Dharma Shanti, Vihara Loka Maitreya, Cetiya Sasana Kirti dan Cetiya Amitabha. Dan di Kecamatan Kundur Barat ada 5 Cetiya yakni Cetiya  Parama Maitreya, Cetiya Arya Loka, Cetiya Swarna Diepa, Cetiya Tri Dharma dan Cetiya Vidya Sagara.” Ungkap Sudir lagi.

Selanjutnya di Kecamatan Kundur Utara ada 4 Ceiya yakni Cetiya Arya Dharma, Cetiya Maitri Sagara, Cetiya Marga Sakti dan  Cetiya  Avalokitesvara. Sementara di Kecamatan Belat hanya ada 1 Cetiya yakni Cetiya Arya Diepa.  

“Dan yang terbanyak ada Pulau Karimun, ada 5 Vihara yakni Vihara Bodhi Maitreya, Vihara Buddha Diepa, Vihara Vimalakirti, Vihara Budharatana, dan Vihara Sasana Diepa. Adapun Cetiya ada 18, yakni  Cetiya Vidya Sasana, Cetiya Ching Long Miau, Cetiya Loka Shanti, Cetiya Jaya Bhakti, Cetiya Bodhi Bhakti, Cetiya Dharma Sagara, Cetiya Arya Dewa, Cetiya Meral Maitreya, Cetiya Naga Maitreya, Cetiya Sha Shian Niu, Cetiya Avalokitesvara, Cetiya Metta Bhumi, Cetiya Virya Paramita, Cetiya Visakha, Cetiya  Vidya Sagar, Cetiya Adi Pati, Cetiya  Satya Dharma, dan Cetiya  Dharma Sena.” Tutup Sudir.

Comments