Sudir, S.Pd : Pelayanan Keagamaan Dalam Buddha Dhamma

Karimun (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun melalui Penyelenggara Buddha, Jumat (2/3/2018) melaksanakan kegiatan Pembinaan Manajemen Tempat Ibadah Agama Buddha yang diikuti sebanyak 25 peserta. Sudir, S.Pd. Penyelenggara Buddha yang menjadi salah satu narasumber menyampaikan tentang Pelayanan Keagamaan dalam Buddha Dhamma.

“Kata pelayanan berasal dari kata layan, melayani, pelayan yang berarti : membantu menyiapkan atau mengurus apa-apa yang diperlukan seseorang, sedangkan keberagamaan berarti perihal beragama. Jadi pelayanan keagamaan berarti mengurusi segala hal yang berhubungan dengan perihal keagamaan. Sedangkan pelayanan dalam agama Buddha memiliki beberapa arti tertentu, yang pertama yaitu karuna adalah sebuah kegiatan yang dimulai dalam rangka meringankan dari apa yang diderita seseorang sehingga orang tersebut dapat lepas dari penderitaan. Kedua, pelayanan dalam ajaran Buddha bisa diartikan dengan bantuan murni, dimana bantuan tersebut tapa ada paksaan dan pamrih terhadap hal apapun. Makna yang ketiga mudita atau senang melihat kebahagiaan orang lain, dan keempat bisa pula dimaknai dengan pemberian yang iklas.” Terang Sudir memulai.

Selanjutnya Sudir menjelaskan pula bahwa Vihara  merupakan salah satu tempat umat Buddha yang memiliki fungsi untuk meningkatkan kualitas keyakinan terhadap ajaran Buddha. Selain itu juga tempat kegiatan pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.Pengurus lembaga juga harus bisa menjaga keamanan,kenyamanan dan ketertiban. 

“Jenis-jenis pelayanan pada umumnya di Lembaga sosial keagamaan Buddha adalah Konsultasi Rumah Tangga, -Pelayanan Doa Puja, Pelayanan kelahiran, Pelayanan kematian. Atau jika dikelompokkan bisa menjadi 2 kategori, yakni pengelolaan fisik seperti Vihara, Cetiya, Klenteng, Kuil atau SMB Arama dan pengelolaan non-fisik atau spritual seperti pengelolaan SDM, Pendidikan, Ritual, Kebudayaan dan lainnya.” Tambah Sudir lagi.

Adapun tujuan dari keberadaan lembaga-lembaga keagamaan Buddha ini, masih menurut Sudir bertujuan untuk meningkatkan fungsi tempat ibadah Agama Buddha sebagai sarana pujabakti, pendidikan dan pengembangan seni budaya.

“Dalam hal Pembinaan dan Pelayanan Teknis, Kementerian Agama melalui Bimbingan Masyarakat Buddha terus dan selalu berupaya meningkatkan kualitas Umat Buddha, melalui pembinaan Lembaga  salah satunya dengan memberikan dana bantuan operasional. Pemberian Bantuan Operasional kepada organisasi Keagamaan Buddha dilaksanakan dengan tujuan untuk memberdayakan Organisasi Keagamaan Buddha.” Terang Sudir lagi.

Sudir juga berpesan kepada seluruh peserta yang merupakan pengurus Rumah Ibadah Agama Buddha di Kabupaten Karimun bahwa apabila tempat ibadah dikelola dengan baik maka umat Buddha yang datang akan merasa nyaman dan damai dalam melaksanakan aktifitas keagamaan, karena telah merasa nyaman, maka mereka akan bersemangat untuk datang ke tempat ibadah, untuk menjalankan ritual keagamaan, belajar Dhamma ataupun untuk melaksanakan kegiatan keagamaan lainnya.  

“Karena itu, kelolalah tempat ibadah dengan baik demi kenyamanan para umatnya jadikanlah tempat ibadah seperti tempat kediaman yang menyenangkan para umatnya.” Tutupnya.

Comments