Sudir, S.Pd: Pendaftaran Organisasi dan Rumah Ibadah Buddha Kedepan Akan Menggunakan SIORI

Karimun (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun melalui Penyelenggara Buddha, Jumat (2/3/2018) melaksanakan kegiatan Pembinaan Manajemen Tempat Ibadah Agama Buddha yang diikuti sebanyak 25 peserta. Sudir, S.Pd. Penyelenggara Buddha yang menjadi salah satu narasumber mengatakan bahwa kedepan pendaftaran dan pendataan Organisasi dan Rumah Ibadah Buddha akan menggunakan aplikasi SIORI.

“SIORI Buddha kepanjangan dari Sistem Informasi Organisasi dan Rumah Ibadah Buddha adalah sistem layanan kelembagaan Buddha berbasis aplikasi online. Melalui pengelolaan, pemrosesan dan penanganan penerbitan layanan tanda daftar dan rekomendasi secara cepat, murah, mudah, transparan dan terjangkau dengan administrasi yang tersusun, tertata, dan terencana dengan baik maka secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Buddha.” Terang Sudir.
“Kelebihan dari layanan SIORI ini tambah Sudir lagi adalah waktu penyelesaian lebih cepat dan jelas. Tanda Daftar berlaku selama masih beraktifitas, cetak salinan bisa langsung dicetak setelah disetujui, pemohon dapat memantau status permohonannya, meminimalisir berkas hilang dan semuanya gratis.” Tambah Sudir lagi.

Pengguna (user) SIORI Buddha terdiri dari 3 tingkatan, yang pertama Subdit Kelembagaan pada Direktorat Urusan dan Pendidikan Agama Buddha, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, sebagai administrator dan atau pengguna (user) tingkat 1. Kedua adalah Pembimbing Masyarakat Masyarakat pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi di seluruh Indonesia, sebagai pengguna (user) tingkat 2.  Ketiga adalah Kepala Seksi/ Penyelenggara Bimbingan Masyarakat Buddha pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota, sebagai pengguna (user) tingkat 2; dan Pemohon tanda daftar Rumah Ibadah Agama Buddha dan Organisasi Keagamaan Buddha, sebagai pengguna (user) tingkat 3.

“Persyaratan Pendaftarna Rumah Ibadah Agama Buddha yakni Surat Permohonan, Surat Pernyataan Tidak Dalam Sengketa, Salinan surat bukti kepemilikan/status tanah Rumah Ibadah, Salinan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) seluruh pengurus, Diskripsi rumah ibadah, Foto rumah ibadah tampak depan, samping kiri dan kanan. Surat Keterangan Domisili dari Lurah/Kepala Desa setempat dan Pas foto ketua.” Ungkap Sudir.

Adapun persyaratan Pendaftaran Rumah Ibadah Agama Buddha terkait ketentuan tentang persyaratan IMB untuk rumah ibadah yang didirikan setelah dikeluarkannya Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor : 9 Tahun 2006, Nomor : 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat dan dalam hal rumah ibadah sebagaimana diatur pada angka 1 (satu) belum memiliki ijin mendirikan bangunan (IMB) maka dapat digantikan dokumen lain berupa IMB rumah tinggal/ ruko/ kantor dan atau IMB sejenis/ Surat keterangan mengenai keberadaan tempat ibadah/ Surat keterangan domisili dan pencatatannya dikelompokkan pada klasifikasi rumah ibadah Cetiya tanpa mengubah nama rumah ibadah dimaksud. 

“Semua persyaratan dipindai (scan) dalam bentuk jenis file PDF untuk dokumen dan JPG untuk foto." Terang Sudir lagi.

Adapun persyaratan Pendaftaran Organisasi Keagamaan Buddha, yakni Surat Permohonan, Surat Pernyataan Tidak Dalam Sengketa, Salinan akta notaris, Salinan surat pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM dan/ atau Surat Keterangan Terdaftar dari Kementerian Dalam Negeri, Salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) seluruh pengurus, Diskripsi organisasi, Foto sekretariat Organisasi Keagamaan Buddha, Surat Keterangan Domisili dari Lurah/Kepala Desa setempat, Pas foto ketua.

“Alur pelaynanan sistem SIORI Buddha ini adalah pemohon membawa persyaratan Hardcopy dan Softcopy (Dokumen dalam bentuk file PDF,dan Foto dalam bentuk file JPG) ke  Penyelenggara Buddha di Kemenag Kabupaten/Kota lalu memverifikasi berkas permohonan jika dinyatakan lengkap selanjutnya input dan unggah berkas permohonan, jika belum lengkap dikembalikan kepada pemohon untuk dilengkapi. Selanjutnya jika lengkap diverifikasi lagi oleh Pembimas Buddha di tingkat Kanwil lalu memverifikasi permohonan, jika disetuju sistem akan mengirimkan data ke tahap selanjutnya ke Ditjen Bimas Buddha untuk dilakukan validasi permohonan, jika disetuji, pemohon dapat mencetak salinan tanda daftar secara online. Untuk tanda daftar yang asli akan dikirimkan melalui pos.” Tambah Sudir lagi.

Bimbingan teknis dan pengoperasian SIORI akan dilaksanakan ini,  akan dilaksanakan pada bulan Maret atau April 2018, dan yang perlu dipersiapkan adalah 1. Data Rumah Ibadah Agama Buddha yang telah terdaftar di wilayah masing-masing; 2. Data pendukung Rumah ibadah yang telah dipindai (scan) dalam bentuk file PDF untuk dokumen dan JPG untuk foto; 3. Data rumah ibadah dan data pendukungnya akan diunggah (upload) ke dalam database SIORI Buddha, sehingga RIAB dan OKB yang telah terdaftar akan mendapatkan tanda daftar dan nomer registrasi yang baru (telah menggunakan SIORI Buddha).

Comments