Ternyata JCH Yang Wafat Sebelum Berangkat Bisa Diganti Ahli Waris Masih Dalam Wacana

Karimun (Humas) – Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun H. Samsudin menegaskan bahwa belum ada aturan resmi yang mengatur Jamaah Calon Haji (JCH) yang sudah mendaftar dan meninggal dunia bisa digantikan oleh ahli warisnya.

“Sampai hari ini belum ada aturan resminya, itu hanya masih dalam wacana, jadi kita masih berpegang pada aturan yang lama yakni jika ada JCH yang meninggal atau wafat maka uang pendaftarannya dikembalikan kepada ahli warisnya dan nomor porsinya batal tidak bisa digantikan oleh ahli warisnya.” Jawab H. Samsudin, Rabu, (7/3/2018).

H. Samsudin pun meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah langsung percaya pada informasi yang belum ada kepastiannya tersebut sampai ada regulasi resmi yang mengaturnya.

“Jika aturan resminya sudah turun, pasti akan kita sampaikan segera ke masyarakat.” Tambahnya.

Sebelumnya, informasi tentang penggantian JCH yang wafat sebelum berangkat bisa digantikan ahli waris sudah  banyak beredar baik di situs berita online maupun di WA grup. 

Dan hasil penelusuran, informasi ini berawal dari wacana dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan catatan yang perlu dibahas dalam Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1438 H/2017 M, di Jakarta, Senin (/11/2017) tahun lalu. Dimana pada kesempatan tersebut ada beberapa catatan yang disampaikan oleh Menteri Agama, salah satunya adalah merespon permintaan banyak pihak, Menteri Agama meminta pembahasan terkait jamaah yang wafat sebelum berangkat apakah dapat digantikan oleh ahli warisnya.

Comments