H. Kholif Ihda Rifai: Prosedur Merubah Status Surau Menjadi Masjid dan Persyaratan Pengurusan IMB Masjid

Karimun (Inmas) -  Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, H. Kholif Ihda Rifai menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Pelatihan Manajemen Masjid yang dilaksanakan oleh Pemda Kabupaten Karimun, Kamis (21/2/2019) kemarin di Gedung Darun Nadwah Masjid Agung Karimun.

Pada kesempatan tersebut, H. Kholif Ihda Rifai selain menyampaikan tentang berbagai permasalahan kodisi masjid di Kabupaten Karimun, Standar Manajemen Masjid, ia juga menyampaikan tentang Prosedur  Surau Menjadi  Masjid Dan Persyaratan IMB Untuk Masjid.

“Untuk merubah status dari Surau ke Masjid sekarang ini harus memenuhi ketentuan yang berlaku dan harus sesuai dengan prosedur.” Jelas H. Kholif Ihda Rifai.

Berikut adalah prosedur perubahan status dari Surau  menjadi Masjid sebagaimana dijelaskan oleh H. Kholif Ihda Rifai:
1.    PERSYARATAN:
  • Surau / Mushalla sudah memiliki nomor register (ID Masjid / Mushalla).
  • Surau / Mushalla tersebut memiliki kepengurusan yang masih berlaku (SK).
2.    PROSEDUR :
  • Pengurus Surau / Mushalla mengajukan permohonan ke masjid terdekat (Induk) dengan melampirkan hasil rapat, daftar hadir pengurus.
  • Masjid Induk   a. Menerima (melalui surat dengan pertimbangan: sudah layak, dsb) b. Menolak (melalui surat dengan pertimbangan-pertimbangan).
3.    Pengurus surau mengajukan rekomendasi ke Lurah / Desa dilampiri dengan :
  • surat persetujuan masjid induk (poin 2 dari B).
  • Foto Copy Susunan kepengurusan Surau / Mushalla (poin 2 dari A).
  • Foto Copy Surat-surat atas tanah bisa berupa (AIW atau Surat Hibah atau Hak milik Yayasan atau Pinjam Pakai  dsb.)
  • Melampirkan Foto Copy KTP, 90 Warga setempat pengguna tempat Ibadah dan 60 Warga sekitar tempat ibadah (selain 90 warga pengguna tempat ibadah) untuk dilegalisir secara kolektif oleh Lurah / Kades
4.    Sertifikat Pengukuran Arah Kiblat dari Kantor Kementerian Agama
5.    Pengurus Surau Mengajukan permohonan untuk disurvei lapangan ke Kementerian Agama, dengan tembusan ke KUA Kecamatan.
6.    Pengurus Surau mengajukan permohonan perubahan status ke KUA Kecamatan dengan tembusan ke FKUB Kecamatan dan Kabupaten, dengan melampirkan foto copy KTP masyarakat pengguna tempat ibadah 90 orang, dan foto copy KTP masyarakat sekitar tempat ibadah 60 orang,  yang sudah disahkan oleh Lurah / Kades secara kolektif.
7.    Bila KUA Kecamatan dan Kementerian Agama Kabupaten berpendapat sudah memenuhi syarat atas hasil tim survei positif, layak, maka Kementerian Agama melalui Ka. KUA Kecamatan membuat Surat Keputusan (SK) Penetapan perubahan surau menjadi masjid. 

Selain itu, H. Kholif Ihda Rifai juga meminta kepada semua pengurus masjid yang ada di Kabupaten Karimun untuk segera mengurus IMB Masjid, adapun syarat dan cara pengajuan adalah sebagai berikut.

Persyaratan IMB Masjid:
1.    Surat Tanah
2.    Gambar Bangunan (Tampak Depan, Samping dan Belakang)
3.    Gambar Denah Bangunan
4.    Gambar Potongan Bangunan / Gambar Konstruksi
5.    Gambar Menara (Jika Ada)
6.    Gambar Pagar (Jika Ada)

Cara Pengurusan IMB Masjid cukup Pengurus Masjid mengajukan Surat Permohonan IMB kepada Bupati yang dilengkapi dengan :

1.    Fotokopi KTP Ketua Masjid
2.    Tanda Bukti Kepemilikan Tanah
3.    Adanya Surat Rekomendasi Dari Kecamatan
4.    Berita Acara Pemeriksaan Lapangan Oleh Dinas Terkait (PUPR)
5.    Mengisi Blanko Surat Pernyataan Izin Mendirikan Masjid (IMB)

(zhir)

Comments