Kemenag Karimun Siap Antisipasi Jika Perekaman Biometrik JCH di VFS Tasheel Mulai Diterapkan Tahun Ini.

Karimun (Inmas) -  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun mengantisipasi kemungkinan pada tahun 1440 H/2019 M ini mulai diterapkannya proses perekaman Biometrik bagi Jamaah Calon Haji (JCH) di VFS Tasheel  sebagai syarat visa ke Tanah Suci.

Sebagaimana diketahui bahwa Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi, terhitung sejak 24 Oktober 2018 lalu, menyatakan bahwa semua pengajuan visa ke negara mereka harus menyertakan rekam biometrik.

Hal tersebut juga sudah disampaikan lewat surat dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Nomor: B-19003/DJ.II.II.2/KS.02/02/2019 tertanggal 19 Februari 2019 tentang Mekanisme Verifikasi, Pengiriman Paspor dan Cetak Visa yang meminta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan Kabupaten untuk melakukan persiapan teknis pelaksanaan perekaman data biometrik Jemaah Haji pada kantor VFS Tasheel terdekat sebagai langkah antisipatif jika ditetapkan sebagai syarat visa.

“Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepri juga sudah meminta informasi terkait Kabupaten/Kota  yang domisili jamaah haji yang jarak tempuhnya ke alamat Kantor VFS Tasheel di Batam sama atau kurang dari 4 (empat) jam perjalanan.” Jelas H. Endang Sry Wahyu, Kasi PHU Kemenag Kabupaten Karimun, Kamis (21/2/2019).

Hasil penelusuran alamat VFS Tasheel terdekat dari Kabupaten Karimun berada di alamat: Jl. Sriwijaya, Kp. Pelita, Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau. Sebelumnya alamat VFS Tasheel terdekat adalah di Pekanbaru.

“Sebelumnya, jamaah umrah kita dari Karimun itu melakukan perekaman biometrik di Kantor VFS Tasheel Pekanbaru dan baru di awal februari kemarin Kantor VFS Tasheel sudah ada di Batam.” Jelas H. Endang Sry Wahyu lagi.

Menurut penjelasan H. Endang Sry Wahyu, proses Biometrik ini sebelumnya dilaksanakan di Bandara Arab Saudi, dan pernah dilaksanakan di Embarkasi dan baru tahun ini harus dilaksanakan di Kantor VFS Tasheel. Hal ini menurutnya tentu akan menambah beban biaya, waktu dan tenaga bagi jamaah.

“Jika perekaman biometrik ini memang diterapkan tentu akan menambah beban biaya bagi jamaah haji karena harus ke Batam untuk proses biometrik, itu belum termasuk beban waktu dan tenaga karena sebagian jamaah kita kan sudah berumur dan lokasinya juga ada di pulau Kundur, Moro, Buru dan Durai.” Tambahnya.

Tapi H. Endang Sry Wahyu memastikan bahwa mereka siap melaksanakan proses biometrik tersebut jika memang ditetapkan sebagai syarat visa ke Arab Saudi.

“Jika ditetapkan harus biometrik, ya kita siap, sebagai antisipasinya kita akan sosialisasikan kepada jamaah bahwa tahun ini kemungkinan akan ada proses biometrik. Dan informasi sementara yang kita terima, pengurusan biometrik itu melalui Temu Janji terlebih dahulu dengan pihak VFS Tasheel dan dibatasi hanya 50 orang per hari dan harus membawa beberapa dokumen seperti paspor dan KTP. Tapi yang pastinya, kita menunggu petunjuk teknis resminya dahulu seperti apa, termasuk mengenai jadwal, biaya, syarat dan lainnya.” Pungkasnya.

Hasil penelusuran dari situs resminya VFS TasHeel adalah sebuah perusahaan mitra outsourcing visa yang resmi dari Kementerian Luar Negeri (Ministry of Foreign Affairs (MOFA), Kerajaan Arab Saudi. Sebagai perantara terpercaya antara para pemohon visa dan Kementrian Luar Negeri, perusahaan ini memberikan jasa pelayanan visa administratif, yang kesemua itu menggunakan teknologi dan berpedoman pada standar keamanan dan konfidensial (menjaga kerahasiaan) informasi. 

Berkantor pusat di Dubai, Uni Emirat Arab (United Arab Emirates), VFS TasHeel dirancang untuk memberikan layanan di seluruh Afrika, Asia, Australia dan Eropa. Sejak awal sejarahnya di tahun 2012, perusahaan ini telah memproses lebih dari 8.7 juta permohonan visa dari 30 negara dimana perusahaan beroperasi. VFS TasHeel mengoperasikan 67 Pusat Pelayanan Visa dan 82 Konter Pusat Permohonan Visa Pembantu (Outreach Centers) di seluruh wilayah geografis yang diizinkan. (zhir)

Comments