Ketentuan Pelaksanaan Ujian Nasional Tingkat MTs Dan MA Tahun Pelajaran 2018-2019

Karimun (Inmas) – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2018-2019 tingkat Mts dan MA tidak lama lagi. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan pelaksanaan UN dilaksanakan pada awal April 2019. Berikut adalah ketentuan pelaksanaan UN tingkat MTs dan MA sebagaimana dijelaskan oleh Tugiatno, staf Seksi Pendidikan Islam yang menangani teknis pelaksanaan ujian madrasah di tingkat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun.

“Ujian Nasional merupakan salah satu upaya pemerintah dalam penjaminan mutu di satuan pendidikan. Hasil Ujian Nasional nanti digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk pemetaan mutu program atau satuan pendidikan, sebagai dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, sebagai penentuan kelulusan peserta didik dari program atau satuan pendidikan dan sebagai  pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan.” Jelas Tugiatno, Jumat (15/2/2019).

Dalam pelaksanaan UN baik di tingkat MTs maupun tingkat MA ini Peserta Ujian mempunyai beberapa Hak dan Kewajiban yang harus dipenuhi. 

“Hak peserta ujian itu pertama berhak mengikuti UN dan berhak mengulang sebelum mencapai kriteri CUKUP yang ditetapkan BSNP. Kedua, berhak mendapatkan Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN), dan ketiga peserta UN berhak mengikuti UN susulan jika tidak dapat mengikuti UN utama karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah.” Terang Tugiatno lagi.

Adapun kewajiban Peserta UN yang harus dilaksanakan adalah wajib mengikuti UN untuk seluruh mata pelajaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku tanpa dipungut biaya dan wajib mematuhi tata tertib UN.

Persyaratan siswa MTs maupun MA yang menjadi peserta UN adalah peserta didik telah atau pernah berada pada tahun terakhir pada suatu jenjang pendidikan di satuan pendidikan dan memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar mulai semester 1 tahun pertama sampai dengan semester 1 tahun terakhir.

Sedangkan bagi Madrasah yang akan menyelenggara UN juga harus memenuhi syarat dan ketentuan; pertama, madrasah harus terakreditasi dan memiliki peserta UN minimal 20 peserta, dan memenuhi persyaratan lainnya yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan sesuai kewenangannya; kedua, jika madrasah sudah terakreditasi tetapi memiliki peserta UN kurang dari 20 peserta dapat menyelenggarakan UN dengan pertimbangan kelayakan dari dinas pendidikan kab/kota dan dinas pendidikan provinsi berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Provinsi dan Kantor Kemenag Kab/Kota.

“Adapun ketentuan Moda Ujian Nasional tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya, yakni mengutamakan UN Berbasis Komputer (UN-BK) jika belum memungkinkan bisa melaksanakan UN Berbasis Kertas-Pensil (UN-KP).” Tambah Tugiatno.

Terkait dengan Pengawasan Ruang Ujian, ketentuan masih sama dengan tahun sebelumnya yakni dilakukan secara silang antar sekolah/madrasah, pengawas ruang adalah guru yang mata pelajarannya tidak sedang diujikan, setiap ruang ujian UN-BK diawasi oleh 1 orang pengawas ujiansedangkan ruang ujian UN-KP diawasi oleh 2 orang pengawas ujian.

Comments