Ketentuan Umum Pelaksanaan USBN Tingkat MI, MTs dan MA Tahun Plajaran 2018/2019

Karimun (Inmas) - USBN adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan Satuan Pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar.

Berikut adalah ketentuan umum pelaksanaan USBN tingkat MI, MTs dan MA Tahun Plajaran 2018/2019, sebagaimana dijelaskan oleh Emil Yulisman, staf Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun.

“Ketentuan persyaratan peserta USBN tingkat MI (Madrasah Ibtidaiyah)  itu pertama telah atau pernah berada pada tahun terakhir pada MI, memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar mulai kelas IV semester 1 (satu) sampai dengan kelas VI semester 1 (satu) untuk peserta didik pada MI .” Jelas Emil Yulisman, Kamis (14/2/2019).

“Sedangkan persyaratan bagi peserta USBN tingkat MTs/MA adalah siswa harus terdaftar pada tahun terakhir di satuan pendidikan MTs atau MA, memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan mulai semester 1 (satu) tahun pertama sampai dengan semester 1 (satu) tahun terakhir.” Tambah Emil Yulisman.

Peserta USBN yang telah memenuhi syarat diatas berhak berhak mengikuti USBN dan  apabila ada alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti USBN utama dapat mengikuti USBN susulan.

“Kewajiban Peserta USBN yakni wajib mengikuti semua mata pelajaran yang diujikan dan mematuhi tata tertib peserta USBN” tambah Emil Yulisman lagi.

Adapun proses Pendaftaran Peserta, jelas Emil Yulisman lagi melalui  tahapan yakni Satuan pendidikan melaksanakan pendataan calon peserta berdasarkan data Dapodik, Dapodikmas, atau EMIS, selanjutnya Panitia USBN melakukan verifikasi data calon peserta USBN dilanjutkan dengan penetapan dari Kepala madrasah tentang daftar peserta USBN dan terakhir dari Panitia USBN menerbitkan kartu peserta USBN.

“Satuan Pendidikan atau madrasah baik tingkat MI, MTs maupun MA yang akan melaksanakan USBN juga harus memenuhi persyaratan, yakni  sudah terakreditasi dari BAN-S/M, jika akreditasi telah habis masa berlakunya dan dalam proses pengajuan kembali (reakreditasi) maka status akreditasi yang lama masih berlaku.” Jelas Emil.

Sedangkan USBN pada satuan pendidikan yang belum terakreditasi maka USBN diselenggarakan oleh satuan pendidikan terakreditasi pada jenjang pendidikan yang sama. Adapun tempat pelaksanaan USBN dapat berlangsung di satuan pendidikan masing-masing. 

"Adapun bentuk pelaksanaan USBN dapat dilakukan dengan moda ujian Berbasis Kertas , ujian Berbasis Komputer, atau bisa juga kombinasi yakni ujian Berbasis Komputer dan Kertas. Dengan mempertimbangkan Soal USBN tetap harus meliputi bentuk soal pilihan ganda dan soal uraian, kesiapan infrastruktur, kesiapan aplikasi dan  kesiapan sumber daya." tutup Emil Yulisman.
 
(zhir)



Comments