Penyelenggara Buddha Karimun Hadiri Acara Sembahyang Bersama Cap Go Meh di Moro

Karimun (Inmas) – Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, Sudir, S.Pd. menghadiri acara Sembahyang Bersama Cap Go Meh di Moro yang diselenggarakan oleh Vihara Dharma Diepa Moro, Selasa (19/2/2019).

“Rangkaian acara Sembahyang Bersama Cap Go Meh di Moro meliputi berbagai kegiatan yang dimulai pagi hari ada acara sembahyang dan  atraksi barongsai dan pada malam hari diisi dengan acara hiburan karaoke.” Jelas Sudir, saat ditemui hari ini Kamis (21/2/2019).

Sudir juga menjelaskan bahwa turut hadir pada acara tersebut Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun pada malam harinya. Selain itu kegiatan juga dihadiri oleh beberapa pejabat kecamatan dan dari lurah/desa serta dari masyarakat. 

“Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib dan aman. Dari Pak Gubernur juga ada memberikan Angpao kepada anak-anak.” Tambah Sudir lagi. 

Masih menurut penjelasan dari Sudir, dalam sambutannya Bapak Gubernur mengapresiasi kegiatan tersebut dan mengatakan bahwa kegiatan Cap Go Meh ini merupakan sebagai salah satu bentuk keberagaman dan kebersamaan yang harus tetap dijaga.

“Pak Gubernur juga berpesan agar tetap menjaga persatuan dan jangan sampai terpecah belah, tetap jaga kerukunan dan toleransi karena akan menciptakan kedamaian. Kita harus bersatu jangan ada saling menghina, saling memfitnah atau saling menjelekkan.” Tambahnya lagi.

“Sehubungan dengan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang tidak lama lagi, pak Gubernur juga berpesan agar semua amsyarakat di Provinsi Kepulauan Riau untuk saling menghormati dan menghargai pilihan masing-masing, jangan saling menghina atau menjatuhkan serta jangan mudah terprovokasi dengan informasi-informasi bohong atau hoax yang beredar.” Pungkas Sudir.

Untuk diketahui, merujuk pada wikipedia, Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.   (zhir)





Comments