Seksi Bimas Islam Monitoring PAI-Non PNS di Kecamatan Meral Barat dan Tebing

Karimun (Inmas) – Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor kementerian Agama Kabupaten Karimun kembali melaksanakan kegiatan monitoring terhadap Penyuluh Agama Islam (PAI) Non-PNS.

“Pelaksanaan monitoring Penyuluh dilakukan pada hari Rabu dan Kamis kemarin (30-31/1/2019)  lalu di Kecamatan Meral Barat dan Kecamatan Tebing.” Jelas H. Riadul Afkar, Kasi Bimas Islam, Jumat (1/2/2019) .

Di Kecamatan Meral ada 8 PAI Non-PNS dan di Kecamatan Tebing ada 10 PAI Non-PNS. Pelaksanaan monitoring di laksanakan di Kantor Urusan Agama Kecamatan.

Dalam arahannya kepada PAI Non-PNS,  H. Riadul Afkar meminta kepada penyuluh untuk lebih profesional dalam bekerja dan tidak terlambat dalam penyampaian laporan bulanan.

“Dan kita akan lakukan survei langsung ke lokasi binaan tempat para penyuluh melaksanakan tugasnya, kita lihat dan tanyakan ke masyarakat, apakah mereka benar-benar sudah melaksanakan tugas atau belum.” Kata H. Riadul Afkar lagi.

Sementara itu, Ka. KUA Meral Barat, H. Supardi dalam pengarahannya kepada penyuluh untuk terus meningkatan kinerja, lebih aktif lagi terutama di daerah pangke. Adapun Ka. KUA Kecamatan Tebing, Selinah dalam pengarahannya kepada penyuluh meminta untuk lebih semangat, lebih kreatif dan lebih inovatif serta memiliki sikap integritas dalam melaksanakan tugas mereka.

H. Riadul Afkar memastikan bahwa akan mengevaluasi kinerja para penyuluh honorer ini apakah mereka benar-benar sudah melaksanakan tugas mereka atau tidak. Jika ditemukan Penyuluh Agama Non-PNS yang dianggap tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik maka akan dilakukan pergantian antar waktu (PAW) sesuai ketentuan yang berlaku.

Saat  ini jumlah Penyuluh Agama Non-PNS di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun berjumlah 87 orang dari semula 89 orang. Dua orang menyatakan mengundurkan diri sebagai Penyuluh Agama Non-PNS pada tahun lalu dan pada tahun 2019 ini akan  dilakukan seleksi untuk merekrut 2 penyuluh tersebut.

Selain itu Seksi Bimas Islam juga akan melakukan pemantauan terhadap keterlibatan penyuluh agama baik yang PNS maupun yang Non-PNS, apakah mereka ada terlibat dalam gerakan radikalisme, hoax atau ujaran kebencian. Jika ditemukan amaka akan dikenai tindakan tegas. Tambah H. Riadul Afkar.

Untuk diketahui pula bahwa pada tahun 2019 ini akan ada kenaikan honorer bagi Penyuluh Agama Non-PNS dari Rp. 500.000 menjadi Rp. 1000.000  per bulannya. - (zhir)

Comments