Ponpes Wustho di Kabupaten Karimun Yang Menerima Dana BOS Tahun 2019

Karimun (Inmas) - Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Pondok Pesantren adalah program pemerintah untuk penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan muadalah pada pondok pesantren, serta pendidikan kesetaraan pada pondok pesantren salafiyah yang diselenggarakan oleh pondok pesantren.

Adapun tujuan BOS pada Pondok Pesantren adalah untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu, menuju program wajib belajar 12 tahun pada layanan Pendidikan Keagamaan Islam. 

Kriteria penerima BOS Pondok Pesantren 2019 ini adalah Pondok Pesantren yang sudah memiliki izin operasional dan memiliki santri penerima BOS yang tidak terdaftar sebagai siswa pada sekolah atau madrasah. 

Berikut adalah nama-nama Pondok Pesantren Tingkat Wustha di Kabupaten Karimun dan besaran dana BOS yang diterima pada tahun anggaran 2019 sebagaimana data yang diterima dari Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun.

  1. Pondok Pesantren Darul Taufiq tingkat Wustho yang beralamat di Jl.Letjend. Suprapto Kel. Sungai Raya Kec. Meral, menerima bantuan dana BOS sebesar Rp. 30.500.000,-
  2. Pondok Pesantren Hidayatulloh tingkat Wustho    yang beralamat di  RT. 01/RW.01 Sememal, Pasir Panjang Meral Barat menerima bantuan dana BOS sebesar Rp,42.500.000,-
  3. Pondok Pesantren Mutiara Bangsa    yang beralamat di  Jalan Pangkalan Jernih RT 01 RW 02 Desa Parit Kec. Karimun Kab. Karimun menerima bantuan dana BOS sebesar Rp. 12.500.000,-
  4. Pondok Pesantren Darul Mukhlasin yang beralamat di  Jln.Besar kobel darat.Desa sawang laut, menerima bantuan dana BOS sebesar  Rp. 27.500.000,-

Untuk diketahui bahwa Dana Bos pada Pondok Pesantren harus digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagaimana diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6931 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Pada Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2019. 

“Penggunaan dana BOS pada Pondok Pesantren harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yakni sebagaimana diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6931 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Pada Pondok Pesantren Tahun Anggaran 2019.” Ungkap Wibowo, Jumat (1/3/2019).

Penggunaan dana BOS Pondok Pesantren, jelas Wibowo lagi harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara kepala pondok pesantren, Dewan Asatidz, dan Pimpinan pondok pesantren.

Berikut komponen-komponen yang bisa dibiayai dari Dana BOS Pondok Pesantren. 

1.    Pengembangan Perpustakaan
2.    Kegiatan dalam rangka penerimaan santri baru
3.    Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler
4.    Kegiatan Ulangan dan Ujian
5.    Pembelian bahan-bahan habis pakai
6.    Langganan daya dan jasa
7.    Perawatan Pondok Pesantren
8.    Pembayaran honorarium bulanan ustadz honorer dan tenaga Kependidikan honorer.
9.    Pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan
10.    Membantu santri miskin yang belum menerima bantuan program lain seperti KIP
11.    Pembiayaan pengelolaan BOS
12.    Pembelian dan perawatan perangkat komputer
13.    Pembelian peralatan ibadah

“Selain itu dana BOS juga bisa digunakan untuk biaya lainnya seperti untuk pembelian alat peraga atau media pembelajaran, Mesin ketik, Peralatan UKS, Pembelian meja dan kursi jika meja dan kursi yang ada sudah rusak berat atau tidak layak pakai, dan pengadaan perangkat CBT/jaringan komputer terkait UNBK, dengan ketentuan jika seluruh komponen 1 sampai 13 tersebut telah terpenuhi.” Jelas Wibowo lagi. – (zhir)


Comments