Ratna Susanty Lakukan Monitoring Pelaksanaan USBN di MA Yaspika dan MA Ar-Raudhah

Karimun (Inmas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun melalui Seksi Pendidikan Islam kembali melakukan monitoring atas pelaksanaan USBN tingkat Madrasah Aliyah T.P 2018/2019 di Kabupaten Karimun.

Salah satunya adalah pelaksanaan monitoring USBN pada Jumat (8/3/2019) lalu oleh Staf Seksi Pendis Ratna Susanty yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Yaspika yang berlokasi di Jl. A. Yani Sungai Lakam, Karimun dan Madrasah Aliyah Ar-Raudhah yang berlokasi di Jl. Pertambangan Teluk Uma Tebing.

“Hasil monitoring pada hari ini, pelaksanaan USBN baik di MA Yaspika maupun MA Ar-Raudhah tidak ada kendala. Semuanya berlangsung dengan aman dan lancar.” Kata Ratna Susanty melalui pesan WA, Jumat sore (8/3/2019).

Ratna Susanty juga menjelaskan bahwa bahwa pelaksanaan USBN-di MA Yaspika Karimun Berbasis Komputer (BK) sedangkan USBN di MA Ar-Raudah Tebing Berbasis Kertas Pensil (KP).

 “Adapun jumlah siswa MA yang mengikuti ujian USBN di MA Yaspika Karimun berjumlah 59 siswa terdiri atas jurusan IPA, laki-laki 7 siswa dan perempuan 15 siswa, jumlah siswa IPA 22 siswa. Dan urusan IPSnya, jumlah laki-laki 14 siswa dan perempuan 23 siswa, jumlah siswa IPS 37 siswa. Sedangkan jumlah siswa di MA Ar-Raudhah Tebing mengikuti ujian USBN hanya berjumlah 11 siswa IPS, hanya siswi perempuan berjumlah 11 siswa,” Jelas Ratna Susanty lagi.

Dalam pelaksanaan monitoring di MA Yaspika yang melaksanakan USBN-BK beberapa hal yang menjadi perhatian atau yang dimonitoring oleh Ratna Susanty adalah terkait komponen Persiapan Ujian dan Pelaksanaan USBN-BK.

“Komponen atau aspek yang dimonitoring pada Persiapan Ujian seperti apakah ada SK Panitia dan urain tugasnya, apakah panitia sudah memiliki POS USBN-BK, Pedoman Teknis BOS dan apakah madrasah sudah punya kriteria kelulusan.” Jelasnya lagi.

Dan pada Komponen atau Aspek Pelaksanaan USBN-BK yang dilihat, lanjut Ratna Susanty seperti apakah ada pengawas disetiap ruangan, apakah ada proktor yang menangani server, dan ketentuan maksimal peserta ujian dalam satu ruangan 40 siswa dan lainnya.

“Sama halnya dengan USBN-BK, pada USBN-KP yang dimonitoring adalah  Aspek Persiapan Ujian dan Pelaksanaan Ujian, bedanya pada USBN-KP setiap ruangan harus diawasi oleh 2 orang pengawas ruangan dan peserta ujian di setiap ruangan minimal 20 orang. Sedangkan kelengkapan adminstrasi lainnya sama saja yang harus disiapkan oleh panitia.” Tutup Ratna Susanty.  (zhir)

Comments