H. Kholif Ihda Rifai: 5 Nilai Budaya Kerja Harus Diterapkan Dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi

Karimun (Inmas) – Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun H. Kholif Ihda Rifai meminta kepada jajarannya agar 5 Nilai Budaya Kerja tidak sekedar semboyan atau yel-yel yang diucapkan setiap apel, tetapi harus juga dijiwai dan diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pegawai.

Hal ini disampaikannya saat menjadi pembina apel pagi hari ini Senin (8/4/2019) dihadapan pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun.

“Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama ini harus dijiwai dan diselaraskan dalam pelaksanaan tugas.” Pinta H. Kholif.

Yang pertama adalah Integritas, yakni adanya keselarasan antara hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan yang baik dan benar. Indikator dari integritas ini yakni bertekad dan bekemauan untuk selalu berbuat yang baik dan benar, berpikiran positif, arif, dan bijaksana dalam melaksanakan tugas dan fungsi, mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan menolak korupsi, suap, atau gratifikasi.

“Yang kedua adalah, Profesionalitas, artinya dalam bekerja harus disiplin, kompeten, dan tepat waktu dengan hasil terbaik. Indikatornya adalah melakukan pekerjaan sesuai kompetensi jabatan, disiplin dan bersungguh-sungguh dalam bekerja, melakukan pekerjaan secara terukur, melaksanakan dan menyelesaikan tugas tepat waktu.” Kat H. Kholif Ihda Rifai.

Yang ketiga adalah Inovasi, yakni menyempurnakan yang sudah ada dan mengkreasi hal baru yang lebih baik. Adapun indicator dari nilai budaya ketiga ini adalah selalu melakukan penyempurnaan dan perbaikan berkala dan berkelanjutan, bersikap terbuka dalam menerima ide-ide baru yang konstruktif, meningkatkan kompetensi dan kapasitas pribadi, berani mengambil terobosan dan solusi dalam memecahkan masalah, memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam bekerja secara efektif dan efisien.

“Yang keempat, Tanggung Jawab, artinya bekerja secara tuntas dan konsekuen. Indikatornya nilai Budaya keempat ini adalah, menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu, berani mengakui kesalahan, bersedia menerima konsekuensi, dan melakukan langkah-langkah perbaikan, mengatasi masalah dengan segera, dan komitmen dengan tugas yang diberikan.” Tambahnya.

Dan yang terakhir, Keteladanan, artinya semua pegawai Kementerian Agama baik pejabat atau pegawai harus menjadi contoh yang baik bagi orang lain. Indikatornya adalah  berakhlak terpuji, memberikan pelayanan dengan sikap yang baik, penuh keramahan, dan adil, membimbing dan memberikan arahan kepada bawahan dan teman sejawat dan melakukan pekerjaan yang baik dimulai dari diri sendiri.

“Jadi dalam hal keteladan ini, bukan hanya pejabat saja yang harus memberi teladan, pegawai juga harus bisa menjadi teladan bagi pejabat.” Tutup H. Kholif Inda Rifai.    (zhir)

Comments