Hari Ketiga Pelaksanaan UABN DTA Se-Kabupaten Karimun Berlangsung Dengan Lancar

Karimun (Inmas) – Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun pada Kamis (18/4/2019) mengatakan bahwa pelaksanaan Ujian Akhir Bersama Nasional (UABN) Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) Tahun Pelajaran 2018/2019 di Kabupaten Karimun pada hari ketiga ini berlangsung dengan lancar.

“Pelaksanaan UABN-MDTA ini berlangsung dari tanggal 15 April 2019 hingga 19 April 2019, dijeda libur satu hari kemarin tanggal 17 April 2019 karena pelaksanaan Pemilu 2019 dan dilanjutkan hari ini dan besok.” Terang Tugiatno.

Jumlah siswa UABN-MDTA ini diikuti sebanyak 546 santri se-Kabupaten Karimun dengan rincian sebagai berikut:

1. Kecamatan Karimun  85 santri
2. Kecamatan Tebing. 73 santri
3. Kecamatan Meral 38 santri
4. Kecamatan Meral Barat. 83 santri
5. Kecamatan Buru 52 santri
6. Kecamatan Kundur Barat 51 santri
7. Kecamatan Kundur Utara 45 ssntri
8. Kecamatan Durai  28 santri
9. Kecamatan Moro. 12 santri
10. Kecamatan Kundur 79 santri

Adapun mata pelajaran yang diuji dalam UABN-MDTA ini, masih menurut penjelasan dari Tugiatno adalah sebagai berikut:

Senin, 15 April 2019, mata pelajaran Aqidah dan Akhlak
Selasa, 16 April 2019, mata pelajaran Fiqh dan Al-Quran
Kamis, 18 April 2019, mata pelajaran Hadits dan Tarikh Islam atau SKI
Jumat, 19 April 2019, mata pelajaran Bahasa Arab

Untuk diketahui bahwa Madrasah Diniyah Takmiliyah ialah suatu sutu pendidikan keagamaan Islam nonformal yang menyelenggarakan pendidikan Islam sebagai pelengkap bagi siswa pendidikan umum di tingkat SD, SMP dan SMA. Untuk tingkat dasar disebut Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA), untuk tingkat Menengah disebut Diniah Takmiliyah Wustha dan untuk tingkat Menengah Atas disebut Diniyah Takmilyah Ulya.

“Jadi kegiatan madrasah diniyah ini merupakan pendidikan tambahan sebagai penyempurna bagi siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) yang hanya mendapat pendidikan agama Islam hanya beberapa jam pelajaran dalam satu minggu. Jadi keberadaan Diniyah Takmiliyah ini sangat penting dalam memberikan pendidikan keagamaan kepada anak-anak kita seperti hanya pendidikan TPQ.” Terang Tugiatno.

Keberadaan Madrasah Diniyah Takmiliyah sebagai Pendidikan Non Formal telah dijelaskan secara rinci dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan pasal 22 yaitu bahwa “Pendidikan diniyah nonformal diselenggarakan dalam bentuk pengajian kitab, Majelis Taklim, Pendidikan Al Qur’an, Diniyah Takmiliyah, atau bentuk lain yang sejenis.
Pendidikan diniyah nonformal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berbentuk satuan pendidikan. Pendidikan diniyah nonformal yang berkembang menjadi satuan pendidikan wajib mendapatkan izin dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota setelah memenuhi ketentuan tentang persyaratan pendirian satuan pendidikan.” (zhir)

Comments