Kemenag Bahas Persiapan Idul Adha dan Program Kita Cinta Papua

Menag Fachrul Razi (Foto:Fkusma )

Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Fachrul Razi hari ini memimpin rapat membahas persiapan Idul Adha 1441H/2020M dan Program Kita Cinta Papua. Rapat diikuti Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi beserta seluruh pejabat eselon I, staf khusus, staf ahli Menag dan pejabat eselon II pada Sekretariat Jenderal Kementerian Agama.

Dalam rapat yang berlangsung di lantai 3 Kantor Kementerian Agama Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta, Menag berharap penyelenggaraan Idul Adha 1441H/2020M dan Program Kita Cinta Papua untuk segera dipersiapkan secara matang. Rapat berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

“Saat ini umat muslim banyak yang bertanya apakah salat Idul Adha boleh di lapangan atau hanya di masjid, begitu juga dengan Salat Idul Adha secara kenegaraan. Ini perlu kita bahas dengan cermat. Hasilnya akan saya laporkan ke Presiden Joko Widodo,” kata Menag saat memimpin rapat, Rabu (15/07).

Di hadapan Menag dan peserta rapat lainnya, Dirjen Bimas Islam Kamarudin Amin memaparkan terkait Salat Idul Adha tingkat kenegaraan, penyerahan dan pensaksian penyembelihan sapi kurban atas nama Presiden, Wakil Presiden, dan Menteri Agama di Masjid Istiqlal dan kalibrasi arah kiblat.

“Kami juga melaporkan perkembangan draft Peraturan Presiden terkait dengan penarikan zakat penghasilan bagi seluruh ASN dan Pegawai BUMN secara otomatis. Dan saat ini, draft prakarsa sudah di meja presiden. Sementara untuk masa kepengurusan BAZNAS berakhir pada 31 juli 2020. Saat ini sedang proses seleksi wawancara,” ujar Kamaruddin Amin.

Terkait Program Kita Cinta Papua atau membangun jembatan kesetiakawanan Aceh-Papua dijelaskan Menag bahwa program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu Menag berharap setiap Satker terkait segera menyiapkan dukungan terkait program ini seperti Ditjen Bimas Katolik dan Ditjen Bimas Kristen.

Selain membahas persiapan Idul Adha dan Program Kita Cinta Papua, rapat juga membahas berbagai isu di setiap Satker, mulai dari Pendidikan Islam, PTKN, BPJH, laporan pengadaan secara nasional hingga pemaparan masing-masing Ditjen.

Comments