Menag: Dialog, Bisa Redakan Ketegangan dan Konflik

(Kemenag) --- Salah satu hal yang saat ini masih terus menjadi perhatian dunia adalah konflik Palestina-Israel yang melibatkan umat dari tiga agama Ibrahim, yaitu: Islam, Judaisme, dan Kristen. Menteri Agama Fachrul Razi menuturkan, untuk mewujudkan perdamaian dan kemaslahatan manusia, serta mengatasi konflik tersebut, maka diperlukan ruang-ruang dialog.

 

Hal ini disampaikan Menag saat membuka Abrahamic Faiths Roundtable Discussion, yang diselenggarakan secara virtual oleh Leimena Institute. "Dengan dialog, kita bisa meredakan ketegangan dan konflik akibat salah paham, prejudice, dan kurang komunikasi di antara ketiga agama Abrahamic tersebut," kata Menag, Rabu (22/07). 

Menag mengapresiasi kegiatan yang baru kali pertama dilaksanakan di Indonesia ini. "Pertemuan pertama ini dimaksudkan untuk mendapat masukan hal-hal yang menjadi tantangan, peluang, dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk membangun dialog dan kerja sama. Pembahasannya bersifat exploratif penjajakan," kata Menag. 

Diskusi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, peneliti, maupun akademisi. Sebut saja Director American Jewish Commite Asia Pacific Institute (API) Shira Loewenberg, Senior Fellow Leimena Institute Alwi Shihab, Tokoh Muhammadiyah Ahmad Syafi'i Maarif, Wakil Ketua Umum Muhammadiyah Abdul Mu'ti, dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. 

Hadir juga dalam forum virtual tersebut, Pendeta Henrietta T. Hutabarat Lebang, Rohaniawan Katolik Romo Franz Magnis Suseno, cendekiawan muslim Azyumardi Azra, serta beberapa tokoh lainnya. 

Menag pun berharap forum yang dilakukan ini dapat efektif sehingga memberi dampak besar bagi perdamaian dunia. "Membangun dialog dengan tokoh-tokoh agama dan aktivis perdamaian dalam forum ini, saya optimis dapat dilakukan lebih lembut dan efektif daripada pendekatan politik," ujar Menag. 

"Dialog-dialog ini diharapkan dapat meredakan ketegangan, seperti yang terjadi akibat radikalisme dan ekstrimisme yang mengatasnamakan agama, serta pemaksaan kehendak dari pihak yang kuat kepada yang lemah," imbuhnya. 

Hal senada diungkapkan Presiden Leimena Institute Jacob Tobing. Ia menuturkan forum yang terselenggara ini diharapkan dapat membuka dialog guna mencari solusi bersama atas permasalahan-permasalahan keagamaan yang ada di dunia. 

Ia menuturkan, forum ini merupakan hasil dari pertemuan awal yang pernah dilakukan Menag Fachrul Razi, Director AJC Shira Lowenberg, serta Alwi Shihab. "Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Agama yang telah memberikan dukungan dan kemitraan," kata Jacob.

Comments