Irjen Kemenag Buka Opsi Audit Jarak Jauh


Jakarta (Kemenag) --- Irjen Kemenag Deni Suardini membuka opsi penerapan audit jarak jauh dalam pelaksanaan tugas pengawasan. Hal ini disampaikan Deni Suardini saat menerima Memori Jabatan dari Plt Irjen Muhammad Tambrin sekaligus ramah tamah dengan jajaran Inspektorat Jenderal. 
Di masa pandemi, kata Irjen Deni, harus ada terobosan dalam pendekatan pengawasan. Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan teknologi informasi. "Di situasi saat ini, remote audit atau audit jarak jauh menggunakan teknologi informasi adalah salah satu opsi pengawasan yang bisa dilaksanakan. Auditor tidak harus turun ke daerah tetapi kahadiran Itjen bisa dirasakan," jelas Deni Suardini kepada jajarannya di OR Itjen, Kemenag, Jakarta, Rabu (12/08).
"Itjen harus selalu terdepan dalam segala hal, dari perencanaan yang matang dan tepat hingga pelaporannya. Intinya pengawasan harus dimanfaatkan dan dirasakan untuk kepentingan rakyat," lanjutnya.
Irjen Deni juga mengingatkan jajarannya untuk terus memegang nilai luhur dalam melaksanakan tugas pengawasan. Menurutnya, nilai-nilai luhur adalah mahkota pengawasan. Nilai luhur itu mencakup iman dan takwa, integritas, profesionalitas, tanggung jawab, dan keteladan. “Ini adalah mahkota pengawasan yang harus kita jaga," ujarnya.
"Kita juga harus cepat dalam penanganan isu. Juknis harus dipelajari sehingga penanganan yang dilakukan tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat administrasi, tepat manfaat. kuncinya Kita semua harus proaktif, saling kerja sama dan saling komunikasi," tandasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Itjen Muhammad Tambrin melaporkan bahwa serapan anggaran itjen baru 44%. Menurutnya, hal itu disebabkan adanya pandemi Covid-19. Program belum bisa dijalankan karena postur anggaran Itjen lebih banyak untuk mengawal akuntabilitas satuan kerja di daerah. 

Comments