RB Kemenag, Dirjen Soroti Pengembangan SDM dan Data

Foto: humas
Depok (Kemenag) --- Tantangan Reformasi Birokrasi (RB) di Kementerian Agama masih besar.  Setidaknya ada dua hal yang disoroti Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, yaitu grand design pengembangan SDM dan data.
"Salah satu tantangannya adalah kapasitas teknis SDM yang harus ditingkatkan, harus ada desain makronya," ujar Kamaruddin Amin saat Penyusunan Road Map Reformasi Birokrasi Kemenag Tahun 2020-2024 di Depok, Rabu (19/08).
"Ini yang menurut saya adalah tantangan yang harus diterjemahkan secara komprehensif, butuh afirmasi dan intervensi bagi peningkatan kapasitas SDM kita," tambahnya.
Dirjen juga menyoroti tentang masih kurangnya literasi digital SDM Kemenag. Hal yang sederhana ini menurutnya masih jadi tantangan besar. Menurutnya, perlu diafirmasi dan diintervensi melalui program peningkatan SDM.
"Pranata Komputer kita masih sedikit,  sehingga perlu pelatihan literasi digital bagi SDM kita," ujarnya.
Selanjutnya, ujar Kamaruddin Amin,  sebagai kementerian besar, Kementerian Agama
mempunyai data yang banyak. "Dalam reformasi birokrasi, melalui teknologi sistem informasi, data merupakan instrumen yang harus dikapitalisasi secara maksimal," tandasnya.
Ketersediaan data yang lengkap dan valid, ujar Dirjen, akan mempengaruhi semuanya, termasuk dalam perencanaan. "Saya ingin kita punya perhatian serius terhadap data ini, dan Mora One Search (MOS) Kemenag merupakan ide besar yang harus dijalankan," katanya.

Comments