Bimtek Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah berbasis Elektronik Segera Bergulir

 

Bimtek Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah berbasis Elektronik Segera Bergulir

  • Selasa, 08 September 2020 07:46 WIB

Tangerang (Kemenag) --- Kementerian Agama membuat terobosan penguatan manajemen madrasah. Ke depan, penyusunan rencana kerja dan anggaran madrasah akan dilakukan berbasis elektronik.

Rencana implementasi program ini sudah memasuki tahap akhir. Direktorat KSKK Madrasah akan segera melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) penerapan Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah berbasis Elektronik (e-RKAM). 

Bimtek akan dilakukan berjenjang dari tingkat Nasional sampai madrasah. Karena pandemi, Bintek akan dilakukan secara dalam jaringan atau daring.

Menandai akan dimulainya bimtek, Kemenag menggelar pra launching aplikasi e-RKAM, Senin (07/09). Giat yang dikoordinatori Project Management Unit (PMU) Realizing Education’s Promise- Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR) ini dilakukan bersamaan Rapat Kordinasi (Rakor) Teknis secara Daring yang melibatkan Kepala Kantor Kemenag Daerah, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag Daerah, Kasi Pendidikan Madrasah Daerah di 196 Kabupaten/Kota. 

“Rapat Kordinasi ini harus kita lakukan secara Bimtek Dalam Jaringan (Daring) mengingat masa Pandemi ini belum berakhir sehingga upaya mitigasi yang bisa kita lakukan adalah dengan Rakor Daring,” terang Ketua PMU REP-MEQR, Abdullah Faqih.

Menurutnya, ini merupakan rakor teknis pertama sebelum bimtek dimulai. Bimtek rencananya akan diselenggarakan pada minggu ketiga bulan September 2020. “Rapkor teknis pertama ini penting dilakukan untuk menyamakan persepsi tentang bagaimana pelaksanaan Bimtek Daring yang rencananya akan dilaksanakan pada minggu ketiga di Bulan September ini," tambah Faqih.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar berharap aplikasi e-RKAM menjadi investasi pendidikan jangka panjang yang bisa dinikmati madrasah di Indonesia. Madrasah dapat melakukan perubahan-perubahan, menghasilkan data-data valid di antaranya data anggaran pendidikan madrasah, yang selanjutnya dapat menjadi pijakan pengambilan keputusan anggaran madrasah.

“Digitalisasi data pendidikan madrasah ini akan dapat membantu madrasah berubah menuju manajemen pendidikan yang modern, sehingga dapat menghasilkan data valid tentang madrasah Indonesia,” jelasnya.

“Saya optimis nanti madrasah akan menjadi tumpuan orang tua untuk mendidik putra-putri mereka jika kita dapat melakukan perubahan manajemen yang modern salah satunya dengan memanfaatkan aplikasi,” sambungnya.

Direktorat KSKK Madrasah tengah mengembangkan aplikasi e-RKAM dalam beberapa tahun terakhir. Aplikasi ini nantinya akan membantu madrasah untuk dapat melakukan pengelolaan anggaran BOS dan melakukan pelaporan penggunaan anggaran dengan sangat simple. Laporan tersebut akan menghasilkan data valid pengelolaan anggaran madrasah sehingga Kementerian Agama dapat memperjuangkan dari sisi anggaran madrasah ke depan. 

"Program ini merupakan proyek besar untuk mereformasi madrasah kearah yang lebih baik dimasa yang akan datang," tandas Umar. (Habib/PMU REP MEQR)

Comments