Kemenag Ajak Mahasantri PBSB Kedepankan Wajah Agama yang Moderat

 

Kemenag Ajak Mahasantri PBSB Kedepankan Wajah Agama yang Moderat

  • Rabu, 16 September 2020 13:20 WIB

Bandung (Kemenag) --- Kementerian Agama mengajak Mahasantri untuk dapat mengedepankan wajah agama yang moderat. Karenanya, Kemenag meminta setiap mahasantri agar belajar agama dengan sungguh-sungguh dan mengalahkan egoismenya. 

Hal ini disampaikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Waryono saat memberikan pembekalan Moderasi Beragama kepada para mahasantri PBSB (Program Beasiswa Santri Berprestasi), di Bandung, Rabu (16/09).

"Sebagai mahasantri, Anda harus bisa berperan lebih aktif. Anda yang sebagai santri dimanapun berada harus menjalankan praktek beragama yang tasamuh, toleran, dan tidak tatorruf, tidak ekstrim," pintanya.

Waryono menyampaikan, wajah agama akan bergantung kepada pemeluknya. Hal ini karena masing-masing pemeluk agama memiliki pemahaman dan kedalaman agama yang berbeda. Dikatakan Waryono, pemeluk agama memiliki hak menampilkan wajah keberagamaannya berdasarkan pemahamannya. 

"Wajah agama sangat bergantung dari pemeluknya, bergantung dari pengetahuan agamanya, akan toleran ataukah ekstrem," katanya.

Waryono mencontohkan, bahwa sekarang ini banyak perilaku kekerasan yang mengatasnamakan agama, yang akhirnya membuat 'wajah' agama kurang baik. "Ini sebenarnya masalah stigma. Memang ada satu dua yang melakukan teror atas nama agama, tapi itu hanya satu dua, tidak banyak. Tapi itu kemudian membuat wajah agama distigmakan seperti yang mereka lakukan," terangnya.

Mahasantri PBSB, lanjut Wayono, bisa menjadi pribadi-pribadi yang baik dalam mengamalkan ajaran agama bila memahaminya dengan baik dan benar. Pola-pola komunikasi dalam al-Quran menurutnya, bisa dipelajari lebih dalam oleh para mahasantri PBSB. 

Ini penting, agar para mahasantri selanjutnya dapat juga mengkomunikasikan pemahaman keberagamaan yang mereka miliki kepada lingkungannya. "Dalam al-Quran banyak dipakai cara komunikasi yang luar biasa, seperti qoulan baliigha, qoulan kariima, qoulan syadiida, dan lainnya," pungkasnya.

Comments