Kemenag Karimun dan KKMD Karimun Sosialisasikan Juknis Bantuan BOP Bagi MDT

 Karimun (Inmas) - Berdasarkan SK Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama No 4471 Tanggal 12 Agustus 2020 Tahun Anggaran 2020, sejumlah MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah) di Kabupaten Karimun menerima Bantuan Operasional. Untuk itu, Kementerian Agama Kabupaten Karimun bersama KKMD (Kelompok Kerja Madrasah Diniyah) Kabupaten Karimun melaksanakan sosialisasi jukni penggunaan BOP tersebut, Selasa (15/9/2020) di Aula Kemenag Kabupaten Karimun.


"Pada masa pandemi covid19 tahun ini Kementerian Agama memberi bantuan operasional kepada lembaga Pendidikan Keagamaan Islam di Indonesia, termasuk kepada Pondok Pesantren, TPQ maupun MDT. Bantuan ini diberikan melalui pengurus wilayah. Data lembaga yang menerima bantuan ini diambil melalui data emis, karena itu kami sampaikan kepada bapak ibu, data emis itu perlu diisi dan diupdate." Kata Kasi Pendis, M. Khairum.

Bantuan Operasional Pendidikan bagi Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) ini sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Adapun syarat pencairan bantuan tersebut a) Membawa KTP (asli dan foto copy), b) Membawa SK Pengurus Lembaga (foto copy) c) NSPP atau Izin Operasional Lembaga (foto copy), d) Membawa Materai 6000 (3 lembar), e) Membawa Stempel, f) Membawa Surat Pemberitahuan dari Kemenag Pusat berstempel basah ke Bank yang telah ditunjuk oleh Pemerintah.

M. Khairum berpesan kepada lembaga MDT yang menerima bantuan BOP agar dalam penggunaan bantuan harus sesuai dengan juknis dan menyiapkan laporan penggunaan bantuannya dengan sebaik-baiknya.

"Bantuan yang diserahkan tentu ada laporan pertanggungjawaban yang harus kita buat, kemana saja dana yang kita pergunakan, untuk apa saja, untuk keperluan apa. Bantuan yang diberikan oleh pemerintah ini hendaknya dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan kita laporkan juga dengan sebaik-baiknya karena uang negara memang harus dilaporkan sesuai dengan apa yang diberikan kepada kita. Itu harus benar-benar kita pertanggungjawabkan penggunaannya." Tambah M. Khairum.

Sementara itu, Ir. Syafril selaku perwakilan dari KKMD Kabupaten Karimun meminta kepada Kepala MDT untuk mempelajari secara seksama juknis BOP yang telah diberikan dan membuat laporan sesuai dengan petunjuk teknis.

"Jadi semuanya sudah dijelaskan secara jelas dalam juknis ini, berapa besar bantuan yang diterima, apa saja yang boleh dibelanjakan dan apa saja yang tidak boleh dibelanjakan, begitu juga dengan cara laporannya. 50 % bantuan ini harus digunakan untuk membeli kebutuhan pencegahan Covid-19 seperti thermogun, masker, faceshield dan sejenisnya. Sisanya 50% untuk kegiatan operasional MDT seperti membayar listrik, air, alat tulis, buku pelajaran MDT dan lainnya." Kata Ir. Syafril.

Kegiatan sosialisasi Juknis bantuan BOP ini diikuti sebanyak 33 MDT se-Pulau Karimun dan akan dilanjutkan dengan sosialisasi Se-Pulau Kundur esok harinya.
 

Comments