Lima Ikhtiar Kemenag Lestarikan Budaya IslamLima Ikhtiar Kemenag Lestarikan Budaya Islam

 

Lima Ikhtiar Kemenag Lestarikan Budaya Islam

  • Kamis, 24 September 2020 14:47 WIB

Jakarta (Kemenag) --- Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan bahwa masa depan kebudayaan Islam dihadapkan pada tantangan millenial. karenanya, diperlukan upaya untuk merevitalisasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. 

"Kementerian Agama mendapatkan amanat untuk melestarikan seni budaya Islam di Indonesia guna mempertahankan nilai-nilai seni budaya Islam," terang Wamenag saat menutup Islamic Short Movie Award bertajuk "Jejak Wali Nusantara" di Jakarta, Rabu (23/09).

Kompetisi yang melibatkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Lembaga Sensor Film (LSF), praktisi penyiaran, budayawan, seniman sebagai dewan juri ini digelar Ditjen Bimas Islam. Ada 48 video yang dinilai dan merupakan hasil seleksi di tingkat Kanwil Provinsi. Penilaian berlangsung 16-18 September 2020.

Menurut Wamenag, setidaknya ada lima program yang menjadi ikhtiar Kemenag dalam melestarikan budaya Islam. Pertama, menyelenggarakan Festival Seni Budaya Islam. Ini merupakan program pelestarian dan pengembangan kebudayaan guna memperkokoh ketahanan budaya bangsa. "Festival Seni Budaya Islam menjadi salah satu sarana komunikasi penting dalam pelestarian budaya," ujarnya.

Kedua, membina seniman dan budayawan muslim. Tujuannya, meningkatkan keterlibatan mereka dalam menjaga ketahanan budaya Islam di Indonesia. Ini antara lain dilakukan dengan mengadakan temu konsultasi dengan para seniman dan budayawan muslim. 

Ketiga, menyelenggarakan Seminar dan Workshop seni budaya Islam bagi para generasi muda. Ini menjadi sarana menyampaikan informasi seni budaya Islam di Indonesia sekaligus melatih generasi muda terkait kesenian Islam. 

"Beberapa tahun terakhir, Kemenag juga menyelenggarakan Lomba Video Pendek guna mengajak para generasi muda untuk ikut melestarikan khazanah seni budaya Islam di Indonesia," tuturnya.

Keempat, melakukan pendataan para seniman, budayawan, lembaga seni, sanggar seni, dan berbagai jenis alat kesenian Islam yang ada di setiap kabupaten/kota. Dan kelima, mengingat menggali, membina, dan mengembangkan bentuk-bentuk seni yang lahir, hidup, dan berkembang di masyakarat. 

Menurut Wamenag, peran serta masyarakat melalui pelaku kesenian harus terus diberdayakan agar keragaman yang berkembang di masyarakat yang mengandung nilai budaya, kearifan lokal, dan mencerminkan karakter bangsa dapat berguna bagi generasi muda. "Kementerian Agama melalui program Bantuan Seni Budaya Islam, mencoba membantu dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan kesenian dalam rangka mendorong peran serta pelaku kesenian dalam meningkatkan kreativitas dan produktivitasnya," ujarnya.

Wamenag menambahkan bahwa masa depan kebudayaan Islam kini tergantung pada generasi millenial yang sedang tumbuh dan melewati masa remajanya. Kebangkitan kelas menengah muslim saat ini berada di puncaknya. "Generasi millenial agaknya sangat kreatif, inovatif, namun kadang egoistik. Kebangkitan generasi millenial akan turut mewarnai masyarakat Islam di Indonesia," harapnya. 

"Untuk menghidupkan kebudayaan Islam, generasi muda harus diberitahu bahwa Islam bukan agama ritual," tandasnya.

Comments