Adaptif di Semua Kondisi, Wamenag: Pesantren Mampu Hadapi Pandemi

 

Adaptif di Semua Kondisi, Wamenag: Pesantren Mampu Hadapi Pandemi 

  • Rabu, 07 Oktober 2020 15:20 WIB
Wakil Menteri Agama Zainud Tauhid Sa'adi (foto: Istimewa)

Jakarta (Kemenag) --- Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi yakin pesantren bisa menghadapi pandemi covid-19. Keyakinan ini didasarkan karena menurut Wamenag, pesantren merupakan lembaga yang adaptif dalam berbagai situasi dan kondisi. 

Ini dikemukakan Wamenag dalam sambutannya saat membuka Muktamar Pemikiran Santri Nusantara secara virtual, di Jakarta. “Pesantren bisa melewati perubahan ini dengan baik. Karena pesantren adalah lembaga yang adaptif dalam situasi dan kondisi,” ungkap Wamenag, Rabu (07/10). 

Menurut  Wamenag, pandemi yang hingga saat ini masih dirasakan masyarakat Indonesia dan seluruh dunia ini harus mampu disikapi dengan baik oleh warga pesantren. 

“Ini menjadi musibah global yang telah mengubah seluruh kehidupan manusia. Mulai dari aspek sosial, politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan. Pondok pesantren juga mengalami hal serupa,” tutur Wamenag. 

Untuk itu, berbagai kebiasaan yang biasa dilakukan di pesantren pun perlu diadaptasi. Misalnya, masyarakat pesantren selama ini terbiasa melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan kebersamaan fisik. Maka, untuk mencegah penyebaran covid-19 ini, kegiatan semacam ini perlu dibatasi. 

“Pembelajaran yang biasanya dilakukan secara langsung, saat ini dilakukan dengan pola belajar jarak jauh,” kata Wamenag. 

“Ada keterbatasan juga. Biasanya santri ketemu Kyai cium tangan, sekarang tidak bisa,” imbuh Wamenag. 

Ia menekankan hal ini perlu dipahami santri dan pengasuh pesantren, demi menjaga kesehatan bersama dan lingkungan. Untuk mendukung ikhtiar ini, Zainut pun mengungkapkan bahwa Kemenag melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) memberikan perhatian serius kepada pondok pesantren. 

Di antaranya dengan menyalurkan bantuan operasional untuk membantu pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di lingkungan pondok pesantren. “Sampai saat ini kami telah mencairkan anggaran bantuan tahap II untuk pesantren. Dan tahap III akan dituntaskan pada puncak peringantan hari santri pada 20 Oktober mendatang. Lebih dari 21 ribu  Pesantren yang kami bantu dengan total anggaran Rp 2,6 Triliun,” kata Zainut Tauhid.

Pemerintah berharap bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat bagi pesantren. “Dengan ini kami berharap pesantren dapat terus memberikan pelayanan dan bimbingan kepada umat. Pesantren aman dari Covid-19, dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” harap Zainut. 

Direktur PD Pontren, Waryono (foto : Istimewa)

Direktur PD Pontren Waryono menyampaikan Muktamar Pemikiran Santri Nusantara ini dilaksanakan sebagai rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2020. Kegiatan yang mengusung tema “Pandemi dan Dunia Pesantren” ini  diikuti secara virtual oleh ratusan perwakilan santri seluruh Indonesia. 

“Semoga kita semua sehat dan senantiasa dapat memberikan kebaikan dan pelayanan kepada masyarakat khususnya bagi dunia pondok pesantren di Indonesia,” tutup Waryono.

Comments