Gus Yusuf Ajak Santri Perkaya Konten Khazanah Pesantren di Medsos

 

Gus Yusuf Ajak Santri Perkaya Konten Khazanah Pesantren di Medsos 

  • Sabtu, 10 Oktober 2020 15:56 WIB

Jakarta (Kemenag) --- Media digital yang hari ini menguasai dunia telah berhasil menyadarkan kalangan pesantren untuk mempublikasikan khazanah keilmuan yang ada di pesantren kepada masyarakat luas. Hal ini disampaikan KH Yusuf Chudlori atau yang akrab dipanggil Gus Yusuf, pengasuh pesantren Tegalrejo Magelang saat menjadi pembicara dalam Zoom Series Muktamar Pemikiran Santri Nusantara tahun 2020 seri ke-2.

“Saya senang karena sekarang muncul kesadaran dari para kyai, ibu nyai, dan santri pondok pesantren untuk mempublikasikan keilmuan pesantren. Sekarang ini pengajian-pengajian dari pesantren sudah mulai banyak mewarnai media-media online,” tuturnya, Jumat (09/10).

Menurutnya, ini adalah perubahan zaman yang harus disyukuri. “Dulu,orang masih berdebat tentang media, tentang internet, apakah haram atau mubah. Media masih belum dimanfaatkan karena banyak dikaitkan dengan hal-hal negative. Tapi sekarang, media bisa menjadi berkah untuk kita semua, menjadi sarana berdakwah,” tambah Gus Yusuf. 

Gus Yusuf yakin dunia pesantren kaya akan konten publikasi. Namun, dia mengingatkan pentingnya kemasan yang menarik saat akan dipublikasikan di media. 

“Konten-konten pesantren ini sangat banyak. Kedalaman keilmuannya juga luar biasa. Hanya perlu sedikit kemasan. Kita bisa melihat fenomena Gus Baha. Beliau cara ngajinya juga tetap model pesantren, tapi daya peneriamaan masyarakat juga luar biasa,” ujarnya.

Mengutip ungkapan ’alal ‘aaqili an-yakuuna ‘aliman li zamaanihi, muqbilan li sya’nihi, ‘arifan lirobbihi, Gus Yusuf menggarisbawahi keunggulan adaptasi kalangan santri. “Sekarang ini kita butuh santri yang tidak hanya pintar, tetapi juga cerdas. Yaitu orang-orang yang bisa memahmi zamannya, menghadapi persoalan dengan cara-cara kekinian, dan mengetahui Tuhannya,” terangnya.

“Khusus yang terakhir ini sangat penting. Karena itulah yang nanti akan membedakan santri dengan lainnya. Syiar itu tidak hanya menyampaikan, tetapi juga ada riyadlah, ada mujahadah, dan ada barakah,” pungkasnya.

Muktamar Pemikiran Santri Nusantara tahun 2020 ini dilaksanakan secara daring setiap Selasa dan Jumat jam 14.00-16.00 wib selama bulan Oktober. Mengusung tema besar Santri Sehat Indonesia Kuat, muktamar ini menghadirkan nara sumber-nara sumber yang kompeten di bidangnya. (beta)

Comments