Kemenag Dukung Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas

Kemenag Dukung Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas

  • Kamis, 22 Oktober 2020 12:43 WIB
Menteri Agama Jenderal TNI Purn. Fachrul Razi sambutan peringatan Hari Santri Nasional Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) melalui vi

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama mendukung program Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas. Program yang dimotori Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) ini, diresmikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin bertepatan dengan Hari Santri Nasional, 20 Oktober 2020.

“Akselerasi Ekonomi Kerakyatan berbasis Pesantren dan Komunitas ini merefleksikan tanggung jawab bersama untuk mewujudkan kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik bagi rakyat Indonesia,” kata Menag Fachrul Razi saat menghadiri peresmian program secara virtual, Kamis (22/10). 

Turut hadir dalam peresmian tersebut Menteri Keuangan selaku Sekretaris KNEKS Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim. 

Saat ini berdasarkan data KNEKS terdapat 28.194 pesantren dengan 18 juta santri yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, ekonomi syariah, dan UMKM. Pesantren tersebar luar di Nusantara, lahir mandiri, dan umumnya dibangun dengan swadaya masyarakat diharapkan dapat memberikan layanan terintegrasi. Mulai dari layanan pendidikan, lembaga dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. 

“Melalui program ini diharapkan pesantren dapat berkontribusi dalam kebangkitan UMKM dan mempercepat pemulihan  ekonomi  nasional,” tutur Menag. 

Selanjutnya, pengembangan keuangan syariah di pesantren akan dilakukan melalui Bank Wakaf Mikro (BWM) dan Baitul Maal Wat-Tamwil (BMT). Penguatan kewirausahaan santri (santripreneur) juga menjadi bagian yang akan dilakukan. 

Menag menambahkan, pesantren tidak diragukan merupakan institusi pendidikan anak bangsa yang memiliki keunggulan untuk menghasilkan sumber daya manusia berkualitas, produktif, dan mandiri. “Dengan membekali keterampilan kewirausahaan kepada santri, kita harapkan selanjutnya mereka dapat menjadi penggerak bagi kehidupan ekonomi komunitasnya,” lanjut Menag. 

Comments