Menag Harap Pelatihan 1000 UMKM Gerakkan Program Inovatif Memajukan Produk Halal

 

Menag Harap Pelatihan 1000 UMKM Gerakkan Program Inovatif Memajukan Produk Halal

  • Rabu, 21 Oktober 2020 16:53 WIB

Jakarta (BPJPH) --- Menteri Agama Fachrul Razi mengapresiasi sinergi dan kolaborasi antar stakeholder halal dalam penyelenggaraan Pelatihan Digitalisasi Pemasaran dan Manajemen Produk Halal bagi 1000 UMKM. Menag berharap sinergi ini bisa menggerakkan program-program inovatif lainnya dalam upaya memajukan produk halal di Indonesia. 

"Upaya ini diharapkan menstimulasi program-program inovatif lain dari berbagai pemangku kepentingan halal," ungkap Menag saat melaunching program pelatihan yang dibuka Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Jakarta, Selasa (20/10).

Pemberlakuan kewajiban bersertifikat halal sejak 17 Oktober 2019 membawa implikasi yang tidak sederhana. Menurut Menag, ada tantangan dan kendala yang menghadang di depan mata, salah satunya jumlah dan sebaran UMKM. Jumlah pelaku UMKM di Indonesia diperkirakan mencapai 62,5 juta. Jika setengahnya saja menjadi target kewajiban sertifikasi halal, berarti ada 30an juta pelaku usaha yang membutuhkan sertifikat halal.

"Tentu jumlah ini sangat besar dan signifikan, butuh dukungan kapasitas dan kemampuan SDM pengelola layanan infrastruktur halal, auditor halal yang kompeten, ketersediaan penyelia halal, sebaran Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), pengawas JPH, dan tak kalah pentingnya sistem informasi dan komunikasi yang dapat menopang proses itu semua," terang Fachrul Razi..

"Meski tantangan itu nyata adanya, kami menyadari bahwa bila dibandingkan dengan maslahah dan manfaat yang akan diperoleh pelaku usaha dari kewajiban bersertifikat halal, kendala dan tantangan itu tak boleh menyurutkan niat dan optimisme kita semua," imbuhnya.

Terlebih, lanjutnya, Indonesia memiliki infrastruktur halal dan SDM sebagai modal untuk menjadikan Halal Indonesia lebih berwibawa. Ekspektasi masyarakat pada Jaminan Produk Halal juga kian membesar dari waktu ke waktu. "Banyak pihak yang menaruh perhaian dan harapan terhadap isu halal lingkup nasional maupun global. Pendek kata, peluang sektor halal ini sangat menjanjikan dan bisa menjadi global halal booming di masa depan," tegas Menag.

Pengalaman Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menjalankan sertifikasi halal selama kurang lebih 30 tahun lebih dari cukup bagi Indonesia untuk berkompetisi di arena halal global. "Ini adalah aset berharga dan amal jariyah bagi bangsa Indonesia," ujar Menag.

Menag mengajak semua pihak untuk memanfaatkan momentum ini dengan melakukan langkah besar dan strategis guna menjadikan Indonesia kiblat halal dunia. Apalagi, lanjutnya, duet kepemimpinan nasional Indonesia saat ini, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, begitu gencar membangun berbagai fasilitas dan mendorong ekosistem halal untuk kemajuan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat. (SP)

Comments