PKUB Ajak Masyarakat Kedepankan Musyawarah dalam Penyelesaian Gejolak

 

PKUB Ajak Masyarakat Kedepankan Musyawarah dalam Penyelesaian Gejolak

  • Jum'at, 02 Oktober 2020 11:33 WIB

Aceh (Kemenag) --- Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag Nifasri mengatakan, musyawarah adalah kearifan lokal yang harus dihormati setiap umat beragama.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan diskusi dengan sejumlah tokoh masyarakat di Aceh Barat Daya, Kamis (01/10) malam. Ia menyampaikan, ada sejumlah persoalan dan gesekan antar umat beragama yang dapat diselesaikan dengan jalan musyawarah,  sehingga tidak menimbulkan gejolak yang besar.

"Kalau musyawarah dibiasakan di masyarakat kita, selesai masalahnya, apalagi kita bicara soal agama. Agama membawa kebaikan, bukan membuat orang bermusuhan," ujarnya.

Nifasri menyampaikan, gejolak antar umat beragama di Indonesia kebanyakan diakibatkan karena adanya miskomunikasi. "Solusinya harus mengikuti kearifan lokal, yaitu musyawarah. Tiap sesuatu permasalahan harus diselesaikan secara musyawarah," katanya.

Menurut Nifasri, terkadang, isu mengenai gesekan antar umat beragama di Indonesia hanya muncul di media sosial. "Kalau kita berkunjung ke lapangan masyarakat itu aman-aman saja, hanya terjadi riak-riak kecil," ujar Nifasri.

Untuk mencegah munculnya riak-riak dan gesekan di masyarakat, kata Nifasri, masyarakat harus mengedepankan moderasi beragama serta menghormati penganut agama lainnya. "Moderasi beragama artinya cara pandang kita dalam beragama secara moderat, tidak ekstrim, tidak ekstrim kanan atau ekstrim kiri," katanya. (N)

Comments